GAIN dan KKP Ajak Masyarakat Kurangi Susut dan Limbah Pangan

Kamis, 22 Oktober 2020 – 19:59 WIB
Program IPLAN GAIN dukung peningkatan UMKM perikanan. Foto: dok. GAIN

jpnn.com, JAKARTA - Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) bekerja sama dengan pemerintah, melakukan berbagai aksi dalam mengatasi susut limbah pangan di Indonesia, bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober lalu.

Acting Country Representative GAIN Indonesia Agnes Mallipu menjelaskan, pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan dan ekonomi.

BACA JUGA: Ikhtiar Gain Mengurangi Susut dan Limbah Pangan di Masa Pandemi  

Tetapi juga menyebabkan makin bertambahnya jumlah orang yang kelaparan. Hampir 690 juta orang di dunia kelaparan.

Jumlah ini bertambah 10 juta orang pada 2019 dan diperkirakan akan meningkat sebesar 83-132 juta orang jika pandemi ini tidak dapat segera diatasi.

BACA JUGA: Susut dan Limbah Pangan Berdampak pada Kualitas Gizi Masyarakat

“Perlu upaya bersama untuk memperbaiki sistem pangan di dunia, khususnya di negara kita, yang dapat memastikan tersedianya pangan bergizi yang terjangkau untuk semua dengan tetap menjaga kondisi lingkungan hidup dan memastikan keberlanjutan perekonomian masyarakat,” ujar Agnes, dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10).

Agnes menungkap, transformasi sistem pangan membutuhkan langkah nyata, baik dari sistem produksi, penyimpanan dan transportasi, pengolahan dan gizi makanan, sistem pemasaran dan penjualan makanan, serta pola konsumsi makanan yang tepat dan tidak boros.

Salah satu komponen sistem pangan yang perlu diperbaiki adalah dengan mengurangi susut pangan (food loss) karena 90 persen kerusakan jumlah dan gizi makanan terjadi dari proses produksi hingga penjualan, sementara limbah makanan (food waste) hanya sekitar 10 persen.

"Semua pihak berperan penting dalam upaya perbaikan sistem pangan ini dan dapat menjadi pahlawan pangan (food hero) agar perilaku untuk untuk mengurangi susut makanan dapat menjadi kebiasaan dan berkelanjutan dalam pekerjaan dan kehidupan kita semua," ujar Agnes.

Salah satu aksi yang telah telah dilakukan GAIN dalam mengurangi susut dan limbah pangan adalah dengan bekerja sama dengan Innovation Factory, Nanyang Technological University (NTU), dan Ultra Indonesia melakukan bootcamp (pelatihan praktik) dan pendampingan bisnis untuk 9 pemenang Business Innovation Challenge (BIC) serta memberikan modal usaha Rp. 200 juta untuk setiap pemenang agar produknya tersedia di pasar.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSKP) ikut mendukung langkah dan aksi yang dilakukan GAIN dan Jejaring Pasca-Panen untuk Gizi Indonesia (JP2GI) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak susut dan limbah pangan terhadap ketahanan pangan dan gizi (KPG) hingga pelosok nusantara.

“Kami berupaya melakukan pengembangan inovasi produk, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, Penguatan Edukasi Publik, Pengembangan Infrastruktur, Penyederhanaan Regulasi dan Birokrasi, serta Transformasi Ekonomi yang telah dijabarkan ke dalam Tujuh Agenda Pembangunan (AP) RPJMN 2020-2024," ujar Direktur Jenderal PDSKP, KKP RI, Ir. Artati Widiarti, MA.

Artati menegaskan bahwa pihaknya berupaya menjalankan Program Prioritas (PP) Peningkatan ketersediaan, akses, dan kualitas konsumsi pangan dengan meningkatkan daya saing produk-produk kelautan dan perikanan yang bergizi tinggi dan cukup tersedia. (jlo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler