Gampang Tangkap Warga, Jokowi Harus Evaluasi Polri

Jumat, 01 Mei 2015 – 20:13 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar ‎mengkritisi langkah polisi yang gampang menangkap orang. Kritikan ini diberikan terkait penangkapan dan penahanan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan.

‎"Orang dengan gampang ditangkap polisi, peradilan dipaksakan dan sebagainya. Kekacauan ini dikerjakan oleh polisi itu sendiri," kata Haris dalam konferensi pers di kantor KontraS, Jakarta, Jumat (1/5).

BACA JUGA: Mensos Resmikan Kantor BK3S Baru

Haris mengatakan, tindakan polisi saat ini menjadi ancaman bagi demokrasi, warga sipil, konstitusi, dan penegakan hukum. Karena itu, pemerintah perlu mengeluarkan suatu kebijakan. ‎KontraS memberikan rekomendasi kepada Jokowi untuk melakukan evaluasi terhadap Polri. "Presiden harus pimpin langsung evaluasi Polri," ucapnya.

‎Haris menjelaskan, proses evaluasi itu dilakukan dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah perwira polisi. Pada saat pemeriksaan, tugas Polri bisa dititipkan sementara waktu kepada lembaga lain.

BACA JUGA: Ternyata, Novel Baswedan Sudah Diterbangkan ke Bengkulu

"Misalnya keamanan ada TNI, Satpol PP. Tugas SIM ada Kementerian Perhubungan. Tugas hukum ada Kementerian Hukum dan HAM," ujar Haris.‎ (gil/jpnn)

 

BACA JUGA: Tahan Novel Baswedan, Polri Membangkang Pada Negara

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kapolri: Apakah Harus Nunggu Novel Pensiun?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler