Gandeng Jepang, Pemerintah Kembangkan Kawasan Berorientasi Transit di Jabodetabek

Sabtu, 17 Februari 2024 – 06:41 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Wahyu Utomo dan Chief Representative JICA Indonesia Office Mr. Takehiro YASUI saat rapat koordinasi membahas pengembangan transportasi massal Jabodetabek di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta. Foto: Dokumentasi Humas Kemenko Perekonomian

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) kembali menggelar rapat koordinasi membahas pengembangan transportasi massal Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration Phase 3 (JUTPI-3).

Pertemuan yang dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Wahyu Utomo dan Chief Representative JICA Indonesia Office Mr. Takehiro YASUI itu berlangsung di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (25/1).

BACA JUGA: Gandeng JICA, Kemenko Perekonomian Optimalkan Kerja Sama Pembangunan di Kawasan Rebana

"Pertemuan JCC JUTPI-3 menghasilkan kesepakatan atas capaian dari ketiga Output JUTPI-3 yang berfokus pada peningkatan kapasitas para pemangku kepentingan yang terkait dengan pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD)," kata Deputi Wahyu dalam keterangannya yang diterima, Jumat (17/2).

JUTPI-3 merupakan upaya pemerintah dalam mengembangkan kawasan TOD di Jabodetabek yang bekerja sama dengan JICA.

BACA JUGA: Di Depan Presiden JICA, Menko Airlangga: Pemerintah Indonesia Dukung Keberlanjutan Proyek MRT

Deputi Wahyu menyampaikan rapat tersebut berhasil mencapai tiga keputusan.

Capaian pertama untuk Output 1 adalah perumusan kebijakan pengembangan perkotaan Jabodetabek yang mendorong pengembangan kawasan berorientasi transit atau TOD.

BACA JUGA: Jokowi Minta JICA Dukung Proyek-proyek Nasional

Hal tersebut akan dilakukan dengan disusunnya dasar pemodelan travel demand forecast dan perumusan strategi untuk mendorong TOD di Jabodetabek, seperti mengintensifkan jaringan perkeretaapian di pusat-pusat Jabodetabek, mengembangkan feeder, dan penguatan kelembagaan pengelolaan transportasi Jabodetabek.

Kemudian, capaian kedua untuk Output 2 adalah penguatan mekanisme koordinasi pengembangan perkotaan Jabodetabek berbasis transportasi umum untuk mendorong TOD.

Dalam tahap ini akan ditetapkan beberapa isu utama dalam koordinasi TOD, penetapan case study untuk penguatan mekanisme koordinasi TOD, serta pelaksanaan 1st Training in Japan dengan fokus materi penyelenggaraan TOD di Jepang dari perspektif sistematif dan perencanaan.

Selanjutnya, capaian ketiga untuk Output 3 adalah perumusan rencana TOD pada lokasi-lokasi pilot, berupa perumusan fokus area dan pokok penting perencanaan yang diperlukan oleh setiap lokasi pilot.

Deputi Wahyu mengatakan hasil rekomendasi JUTPI-3 ini diharapkan dapat diimplementasikan.

"Pembangunan TOD diharapkan dapat menjadi sebuah etalase kota (di wilayah Metropolitan Jabodetabek) yang dapat memberikan dampak kepada ekonomi regional, serta dapat menjadi contoh untuk wilayah kota lainnya di luar Jabodetabek,” ujar Deputi Wahyu.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa isu utama dalam percepatan realisasi TOD, seperti keterbatasan akses pembiayaan yang terjangkau untuk pengembangan kawasan TOD, isu pengelolaan aset dan lahan dalam kawasan TOD, serta teknis pengembangan area TOD.

Chief Representative JICA Indonesia Office Mr. Takehiro YASUI menyampaikan ucapan terima kasihnya atas masukan yang diberikan oleh berbagai pemangku kepentingan dalam pelaksanaan Program JUTPI-3 ini.

Dia berharap agar ke depannya penyelenggaraan TOD dapat dilaksanakan dengan lebih detail dan lebih cepat. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler