Gandeng TNI-Polri, Ditjen Imigrasi Cegah Pengungsi Ilegal asal Suriah

Jumat, 11 September 2015 – 19:02 WIB
(ILUSTRASI). Tampak pengungsi asal Suriah. FOTO: DOK. Antaranews.com

jpnn.com - JAKARTA – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM tengah mengantisipasi lonjakan pendatang ilegal dari Timur Tengah yang masuk wilayah Indonesia dalam waktu dekat. Hal ini menyusul rencana pemerintah Australia membuka pintu negaranya bagi 12 ribu pengungsi asal Suriah.

Menurut pihak Ditjen Imigrasi, kebijakan pemerintah Negeri Kangguru tersebut diyakini akan mengundang pengungsi ilegal yang ingin menyusup.

BACA JUGA: Jokowi Dorong Perlindungan pada Pekerja Indonesia

“Ini secara tidak langsung berdampak terhadap Indonesia, karena letak geografis menjadikan Indonesia negara transit bagi pengungsi ilegal sebelum masuk ke Australia,” kata Kabag Humas Ditjen Imigrasi Heru Susanto dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (11/9).

Lonjakan tersebut tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, sekarang saja Indonesia sudah menampung ribuan orang pengungsi dan pencari suaka dari berbagai negara. Hingga bulan Agustus 2015, Ditjen Imigrasi mencatat ada 5.017 pencari suaka dan 3.064 pengungsi di wilayah RI.

BACA JUGA: Parkir Sembarangan di Pinggir Pantai, Mobil Ini Ditelan Ombak

Karenanya, Ditjen Imigrasi meningkatkan pengawasan dengan membentuk tim pengawasan orang asing (Tim Pora). Tim ini akan bertugas di titik-titik yang biasa digunakan pengungsi ilegal untuk masuk ataupun keluar wilayah Indonesia.

“Kita kerjasama dengan TNI dan Polri,” ujar Heru.

BACA JUGA: 160.000 Jamaah Tanpa Izin Haji Diusir Otoritas Arab Saudi

Meski begitu, menurut Heru, sampai saat ini gelombang pengungsi dari Timur Tengah belum terjadi. Data menunjukkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir tidak ada peningkatan signifikan jumlah warga negara kawasan Timur Tengah yang melintasi wilayah Indonesia. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... FBI Ungkap Tiada Ancaman Spesifik Dikaitkan dengan Perayaan Peringatan 9/11


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler