Gandi Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Pinggir Jalan, Kondisi Mengenaskan

Kamis, 21 Oktober 2021 – 23:28 WIB
Polsek PUT Rejang Lebong bersama warga sekitar lokasi kejadian saat mengevakuasi jasad Gandi Wiranda (22) yang diduga korban penganiayaan hingga tewas. foto: wanda/rakyatbengkulu.com

jpnn.com, REJANG LEBONG - Penemuan mayat seorang pemuda Gandi Wiranda, 22, di pinggir Jalan Raya Dusun Baru, Desa Tanjung Sanai II, Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), Rejang Lebong, Bengkulu, bikin geger warga setempat sekitar pukul 06.00 WIB.

Kemungkinan besar bukan korban perampokan, namun polisi masih mendalami dugaan pembunuhan terhadap korban. Diduga Gandi merupakan korban penganiayaan hingga tewas dengan bukti ada luka sembilan tusukan di beberapa bagian tubuhnya.

BACA JUGA: Kombes Riko Sunarko Soal Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Medan

Dugaan penganiayaan hingga menewaskan itu lantaran barang milik korban berupa dompet berisi uang tunai Rp 660 ribu dan handphone tidak hilang.

Serta di sekitar lokasi ditemukannya korban ditemukan sebilah pisau tanpa sarung. Serta cukup banyak ceceran darah yang diduga dari luka tusuk yang dialami tubuh korban.

BACA JUGA: Pengakuan Wanita Berambut Pirang Ini Bikin Kapolrestabes Geleng Kepala

Kapolsek PUT Iptu Tomi Sahri, SH, MH kepada RB mengatakan, setelah dilakukan visum, keluarga korban langsung membawa jasad korban ke rumah duka untuk dimakamkan. Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dan sudah membuat surat pernyataan penolakan.

‘’Meskipun tidak dilakukan autopsi, tapi jelas di beberapa bagian tubuh korban terdapat luka tusukan benda tajam. Masing-masing tiga di bagian leher dan enam dibagian punggung korban. Lokasi kejadian diperkirakan disekitaran lokasi penemuan korban, ini dibuktikan dengan banyaknya bekas ceceran darah,’’ terang Tomi.

BACA JUGA: Alek Sudah Ditangkap, Pelaku Utama Buron, Kompol Tri: Terus Kami Kejar ke Mana pun

Tomi melanjutkan, mereka masih melakukan upaya penyelidikan dengan mencari data dan fakta serta keterangan saksi.

Di mana diketahui sebelum ditemukan tewas, korban malam hari hingga menjelang subuh menonton acara pesta. Kemudian pulang mengantar beberapa rekannya yang lain dengan menggunakan motor.

Selain itu, tambah Tomi, mereka juga mendalami informasi bahwa korban pernah terlibat keributan jauh sebelum kejadian penusukan yang dialami korban kemarin.

Termasuk motor yang digunakan korban mengantar temannya sepulang dari pesta yang belum diketahui, apakah motor miliknya atau dia bersama temannya yang lain saat mengantar rekannya yang lain.

Kepolisian sudah meminta keterangan keluarga korban yang mengatakan malam harinya korban pergi menonton pesta.

Kemudian penyidik juga meminta keterangan rekan korban yang diantar pulang. Setelah mengantar korban langsung pulang dan mereka tidak mengetahui kejadian setelah itu.

“Ada informasi lain soal korban terlibat keributan jauh sebelum menonton pesta di desa tersebut. Kami juga masih menelusuri rekan-rekan korban lainnya yang menonton pesta bersama korban hingga pulang dari pesta,” demikian Tomi. (rakyatbengkulu.com)

 


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler