Ganjar Dengar Curhat 35 Pelajar di Jateng, Ternyata ini Masalahnya

Rabu, 15 April 2020 – 23:18 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat teleconference dengan puluhan pelajar. Foto: Pemprov Jateng

jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkumpul bersama pelajar dari 35 kabupaten/kota pada Rabu (15/4) sore. Pertemuan tersebut digelar lewat konferensi video selama dua jam setengah.

Ganjar menggelar pertemuan tersebut setelah banyak menerima protes dan keluhan program belajar di rumah yang justru menambah beban pikiran para pelajar.

BACA JUGA: Terima Kasih, Pace Ganjar Bikin Para Mahasiswa Papua Perantau Terharu

Sebanyak 35 pelajar dari perwakilan Forum Anak Kabupaten/Kota di Jawa Tengah satu per satu menyampaikan unek-unek, dari keluhan hingga usulan metode pembelajaran.

Siswi SMAN 1 Sragen, Amelia Adiputri Diansari mengatakan banyak guru yang gagap teknologi, terutama guru-guru senior.

BACA JUGA: Jawa Tengah Kapan PSBB? Ini Jawaban Pak Ganjar

Ketika instruksi belajar online dikeluarkan, guru-guru tersebut kesusahan beradaptasi. Meskipun pada akhirnya semua bisa teratasi setelah ada bantuan dari guru-guru junior.

Selain persoalan guru, Amel yang juga Ketua Forum Anak Jateng itu mengatakan para siswa sudah mengalami masa jenuh menjalani pembelajaran di rumah.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Stafsus Presiden Bikin Ribut, Rizal Ramli Murka, TPP PNS Dipotong

Menurutnya, siswa memerlukan inovasi dan kreasi dari guru, terlebih tentang materi yang berkenaan dengan COVID-19.

"Ini merupakan hasil riset kami (Forum Anak Jateng) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB Jawa Tengah). Ketika para siswa diminta mengisi kuesioner tertutup, sekitar 80 persen menyatakan bosan," katanya.

Dari 35 pelajar yang melakukan konferensi video tersebut sebagian besar memang menyatakan bosan. Tidak jarang, justru para siswa yang berinisiatif membuat grup-grup belajar online untuk mengatasi kebosanan tersebut.

"Setidaknya bapak ibu guru memahami situasi ini agar dibuatkan model pembelajaran yang kreatif. Intinya mereka butuh yang seperti ini (konferensi video), mereka butuh tatap muka, kelihatan wajahnya, ada pengantar lalu diberi tugas. Atau beri tugas saja yang mereka lebih senang, seperti bikin vlog," kata Ganjar.

Konferensi video tersebut sengaja Ganjar lakukan setelah mendapat banyak aduan dari siswa di media sosial.

Ganjar yang berulang kali melakukan konferensi video dengan berbagai pihak, akhirnya memutuskan menggelar hal serupa dengan para siswa.

"Karena saya ingin tahu belajar di rumahnya itu seperti apa. Begitu saya tawarkan tadi pagi, kita invite semua, semua langsung bisa ikut. Rasanya mereka happy banget bisa komunikasi langsung," katanya.

Bahkan setelah merasakan keseruan konferensi video tersebut, Ganjar berencana kembali menjalankan program Gubernur Mengajar yang telah berhenti semenjak pemberlakuan Belajar dari Rumah.

Bukan hanya itu, dalam waktu dekat Ganjar juga bakal melakukan konferensi video dengan para perantau Jateng di luar daerah.

"Saya terinspirasi di suasana stay at home ini program Gubernur mengajar saya rasa bisa dijalankan. Rencana saya akan saya teruskan dengan calon pemudik yang tidak mudik. Untuk mereka yang di Jabodetabek, mau saya ajak bicara agar persoalannya bisa disampaikan dan terselesaikan. Dengan TKI juga. Akan kita buat serial," kata Ganjar. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler