Ganjar Tak Puas dengan Jawaban Prabowo

Rabu, 13 Desember 2023 – 20:46 WIB
Ilustrasi - Capres nomor urut 03 Ganjar Pranowo mengikuti debat Pertama capres 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (12/12). Debat pertama tersebut mengusut tema Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Pemberantasan Korupsi, dan Penguatan Demokrasi. Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengatakan tidak puas dengan jawaban calon presiden nomor 2 Prabowo Subianto pada debat capres yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta, Selasa (12/12).

Ganjar menyatakan ketidakpuasannya terhadap jawaban Prabowo terkait komitmen penyelesaian kasus HAM berat masa lalu.

BACA JUGA: Strategi Prabowo-Gibran Gaet Calon Pemilih yang Masih Galau

"Maka saya sampaikan, 'biasanya anda itu terkenal tegas tetapi hari ini tidak tegas sama sekali'. Tidak (puas), orang saya tidak mendapatkan jawaban," ujar Ganjar saat wawancara eksklusif di kediamannya, Jalan Taman Patra Raya, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (13/12).

Ganjar menjelaskan dirinya tidak bermaksud tendensius terhadap Prabowo mengenai kasus HAM masa lalu.

BACA JUGA: Tidak Ada Larangan, Kok Bawaslu Cilegon Kerahkan Aparat Razia Stiker Angkot?

Namun, Ganjar menilai hal tersebut penting dipertanyakan agar kandidat yang ikut pemilu berikutnya tidak lagi dikaitkan dengan kasus HAM.

"Saya mau tunjukkan pada publik dan saya sedang tidak dalam posisi tendensius, tidak. Untuk clearance," katanya.

BACA JUGA: Prabowo To the Point dan Tunjukkan Komitmen Lanjutkan Capaian Jokowi di Arena Debat

Ganjar dia juga menyayangkan Prabowo belum memberikan jawaban lugas mengenai kasus pelanggaran HAM masa lalu.

"Karena tidak menjawab, it's okay. Ini akan keluar terus karena tidak pernah ada keputusan," katanya.

Adapun dalam debat perdana capres di Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa (12/12) malam, Ganjar sempat bertanya ke Prabowo mengenai komitmennya untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu jika terpilih di Pilpres 2024.

Ganjar menyebutkan terdapat 12 kasus pelanggaran HAM berat mulai dari peristiwa 1965-1966, peristiwa Talangsari 1989 hingga peristiwa Wamena 2003.

Dia menjelaskan tahun 2009 DPR sudah mengeluarkan 4 rekomendasi untuk presiden, yakni membentuk pengadilan HAM Ad Hoc.

Kemudian, menemukan 13 korban penghilangan paksa, memberikan kompensasi dan pemulihan, dan meratifikasi konvensi anti penghilangan paksa sebagai upaya pencegahan.

"Kalau Bapak (Prabowo) di situ apakah akan membuat pengadilan HAM dan membereskan rekomendasi DPR?" ucap Ganjar dalam debat perdana capres di KPU RI, Jakarta, Selasa (12/12) malam.

"Pertanyaan kedua, di luar sana menunggu banyak ibu-ibu. Apakah bapak bisa membantu di mana kuburnya yang hilang agar mereka bisa berziarah?" katanya.

Pertanyaan tersebut pun langsung dijawab Prabowo. Dia mengatakan, dirinya sudah berkali-kali memberikan jawaban.

"Apa lagi yang mau ditanya kepada saya? Saya sudah jawab berkali-kali tiap lima tahun kalau polling saya naik ditanya lagi soal itu," ujar Prabowo.

Prabowo lalu meminta agar kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tidak dipolitisasi.

"Jadi masalah HAM jangan dipolitisasi, Mas Ganjar," katanya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) KPU menyelenggarakan debat pertama capres-cawapres Pilpres 2024 di Jakarta, Selasa, dengan tema pemerintahan, hukum, HAM, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik, dan kerukunan warga.

Debat diikuti tiga pasangan capres-cawapres yakni nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Rangkaian debat capres akan dilanjutkan pada 22 Desember 2023, 7 Januari 2024, 21 Januari 2024, dan 4 Februari 2024. (Antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ganjar Pranowo Mendominasi Debat Capres Pemilu 2024


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler