Gara-Gara PLN Tak Becus, Pengusaha di Daerah Ini Merugi

Kamis, 21 Januari 2016 – 06:49 WIB
Logo PLN yang dinilai warga tak becus

jpnn.com - GORONTALO- Pemadaman listrik akibat tidak becusnya kinerja PLN di Gorontalo ternyata sangat mengganggu sektor usaha. Imbasnya, mall dan perhotelan yang menjadi tulang punggung pariwisata Gorontalo, harus mengeluarkan biaya ekstra perbaikan fasilitas listrik gara-gara PLN seenaknya sendiri melakukan pemadaman.

Manager Operasional Grand Q Hotel Gorontalo, Sugito mengaku pihaknya sangat dirugikan dengan pemadaman listrik yang dilakukan diluar jadwal. "Mau apa lagi, kita ini sudah hancur-hancuran," tegas Sugito kepada Gorontalo Post (grup JPNN).

BACA JUGA: Horeee...Nasib Bandara Warasaba Semakin Terang

Dia mengakui, pemadaman listrik diluar jadwal sangat menganggu operasional di Grand Q Hotel Gorontalo. Bahkan tidak hanya menganggu, tapi akibat pemadaman di luar jadwal tersebut, sejumlah barang elektronik di hotel berbintang ini ikut rusak, "Terutama dua kompresor milik kita di sini, rusak semua," sambungnya. 

Sementara itu, GM Primerindo Kencana selaku pengelola Mall Gorontalo, Erwin Adnan, juga sangat menyangkan pemadaman listrik. Menurutnya, pemadaman listrik sangat berpengaruh pada operasional Mall Gorontalo dan menyebabkan pembengkakan biaya operasional menjadi tinggi sekali. 

BACA JUGA: Gara-gara Ini, Pemkot Tarakan Dapat Nilai Kuning

Bahkan, Erwin mengaku sejak pemadaman listrik selama 2 tahun terakhir ini, pihaknya sudah mengalami defisit Rp 7 Miliar hanya untuk membeli solar, "Itupun sudah dipotong dari bantuan tenant-tenant (penyewa toko mall,red). Mereka menanggung 30 persen sampai 40 persen, sisanya kita yang tanggung," terang Erwin. 

Selain itu, akibat krisis listrik ini membuat tenant-tenant menjadi tidak nyaman. Akhirnya, banyak yang sudah tutup dan saat ini sudah banyak toko yang kosong, "Banyak tenant-tenant penyewa kami, peralatan elektroniknya jadi rusak," sambung dia. Genset yang ada di Mall Gorontalo, menurutnya, sudah menjadi inti pemasok tenaga listrik. 

BACA JUGA: Ketua RT Yang Nggak Patut Dicontoh, Malah Jadi Pengedar Sabu

"Hampir 6 jam per hari. Bahkan kemarin sabtu-minggu, mati 27 jam. Genset kita malah yang jadi inti, bukan lagi PLN," kata Erwin lagi.  (axl/dkk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gara-Gara Sapi, Pejabat Ini Masuk Bui


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler