Gara-Gara Salah Paham, Ahmad Meninggal Ditebas Samurai

Selasa, 05 September 2017 – 12:21 WIB
Para pelaku pembunuh Ahmad. Foto: Radar Banjarmasin/JPNN

jpnn.com, BANJARMASIN - Kasus pengeroyokan yang menewaskan Ahmad Yunani (26) di Jalan Pekarupan, Banjarmasin Timur ternyata dilatarbelakangi salah paham.

Ahmad ternyata tak memiliki masalah dengan para pelaku.

BACA JUGA: Melahirkan Dalam Posisi Jongkok, Mahasiswi Langsung Buang Bayi ke Parit

Radar Banjarmasin sempat menyambangi kedua pelaku, Hendra alias Iyum (35) dan Andi (25) di Polsekta Banjarmasin Timur, Senin (4/9).

Saat itu, keduanya terlihat tenang dan santai.

BACA JUGA: Nyawa Melayang Gara-Gara Utang Rp 1,2 Juta

Iyum mengatakan, pagi itu, dia bersama Kacong Surat mencari Ari, keponakan dari Haris Munandar.

Ari mengontrak rumah di kawasan Jembatan 6. Mereka ingin mengambil kendaraan yang telah digadaikan ke Ari.

BACA JUGA: Residivis Lukai Polisi dengan Pisau

Di rumah itu, Iyum tidak bertemu Ari. Dia ditemui Ahmad dan Haris.

Korban, Iyum, dan Kacong Surat terlibat salah paham dan berlangsung cekcok.

Mereka lalu dikejar Haris dan Ahmad yang membawa senjata tajam.

Mereka berlari menyelamatkan diri dan tiba di rumah.

Setelah itu, mereka menceritakan peristiwa itu kepada Andi.

Andi yang marah akhirnya memberikan samurai ke Iyum.

Saat itu juga, Iyum dan Kacong Surat mendatangi kedua korban dengan menenteng senjata tajam.

“Langsung saya serang mereka saat di dalam rumah. Sempat beberapa kali saya tebaskan pakai samurai, tapi tak mengenai tubuh Ahmad dan Kacong. Kami terus  menyerang dan berhasil melukai Ahmad dan Haris. Setelah itu kami lari,” ceritanya.

Menurut Iyum, sebenarnya dirinya tak memiliki masalah dengan kedua korban.

“Saya tidak kenal dengan Ahmad, kenalnya hanya sama Haris. Dia paman Ari. Kami kalap mata karena dia menyerang kami dan uang gadai itu sebesar Rp 1,6 juta,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsekta Banjarmasin Timur Kompol Uskiansyah mengatakan, pihaknya masih memburu Kacong.

“Saya imbau agar kepada Kacong untuk segera menyerahkan diri. Jangan sampai kami memberikan tindakan tegas apabila anggota yang menemukan keberadaan kamu,” kata Uski. (lan)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tenteng Parang, Warga Datangi Rumah Pengacara


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler