Garda NTT Buka Posko Untuk Bantu Mahasiswa Terdampak Covid-19

Kamis, 23 April 2020 – 01:50 WIB
Tampak personel Garda NTT pada hari pertama membuka posko donasi paket sembako, Rabu (22/4) guna membantu mahasiswa asal NTT terdampak covid-19 di wilayah Jaboderabek. Foto: Humas Garda NTT

jpnn.com, JAKARTA - Garda NTT Jakarta membuka donasi sembako bagi mahasiswa NTT yang berdomisili di Wilayah Jabodetabek dan yang tidak bisa kembali ke kampung halamannya.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian Garda NTT terhadap Mahasiswa NTT terdampak wabah Covid-19.

BACA JUGA: Kelompok Studi Aquinas Berharap Pemerintah Berempati Kepada Mahasiswa Terdampak Covid-19

Ketua Umum Garda NTT Wilfridus Yons Ebit mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap kondisi Mahasiswa NTT yang kesulitan akibat wabah Covid-19.

“Kami tahun bersama bahwa hampir semua dari kami kesulitan. Kami tidak sampai hati juga mendengar keluhan dari teman-teman mahasiswa NTT di Jakarta tentang sulitnya mereka bahkan sekadar untuk makan. Ini adalah wujud kepedulian yang ingin dibangun Garda NTT dalam membantu semua melewati masa-masa sulit ini,” tutur Ebit di Menteng pada Rabu (22/04).

BACA JUGA: Peringati Hari Kartini, Bamsoet Serahkan Ratusan Bantuan Sembako di Jakarta Utara

Lebih lanjut, Alumnus STF Driyarkara ini mengimbau kepada semua pihak yang terpanggil untuk bahu-membahu, saling membantu sesama di masa sulit ini.

“Kalau sendiri, kita akan kesulitan untuk menjangkau semua yang membutuhkan. Oleh karena itu, kami mengajak semua untuk saling membantu. Lihat kiri dan kananmu. Jika ada sedikit lebih, bantu yang membutuhkan. Mari bersama-sama melewati masa sulit ini dengan memastikan tidak ada yang menangis karena kelaparan,” katanya.

BACA JUGA: Garda NTT Tolak Rencana Relokasi 2.000 Warga Pulau Komodo

“Gerakan kecil yang dilakukan Garda NTT ini hanya sampel. Kita semua bisa melakukan hal lain bersama pihak manapun, asal dengan tujuan yang sama yaitu membantu sesama.”

Sementara itu, Koordinator Gerakan Donasi Garda NTT Anton D. Hurung menyampaikan bahwa bantuan sembako ini menyasar ribuan mahasiswa NTT yang berdomisili di Jabodetabek yang mengalami dampak buruk Covid-19.

“Paket sembako ini menyasar seluruh mahasiswa NTT se-Jabodetabek yang bertahan dan tidak bisa pulang kampung,” kata Anton.

Menurut Anton, sejauh ini sudah ada 1.200 nama mahasiswa yang berasal dari berbagai kabupaten di NTT yang terdaftar sebagai calon penerima bantuan sembako dan sedang dalam proses verifikasi oleh tim Donasi Garda NTT.

Tim juga masih membuka kesempatan untuk yang belum mendaftarkan diri.

Sampai saat ini, tim donasi Garda NTT juga sudah mulai menerima bantuan dalam bentuk barang dari pihak-pihak yang peduli. Sementara bantuan dalam bentuk uang tunai untuk sementara masih ditutup.

“Kami membuka kesempatan donasi untuk semua. Sejauh ini sudah ada 200 Kg beras yang disumbangkan dari Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT) dan beberapa pihak lain,” ujar Anton.

Bantuan ini sudah diterima dan ditampung di Pokso. Dirinya masih membuka kesempatan untuk semua yang mau berdonasi untuk menyumbangkan bantuan dalam bentuk sembako ke posko. “Bantuan dalam bentuk uang tunai untuk sementara tidak kami terima,” tambahnya.

Sementara itu, Humas tim donasi Garda NTT Dominikus Dima  mendesak Pemprov NTT agar sesegera mungkin menurunkan bantuan, bukan hanya kepada mahasiswa tetapi kepada seluruh perantau yang berada di wilayah di luar Jabodetabek.

“Kita melarang orang agar jangan pulang kampung, maka Pemprov harus menyiapkan langkah konkret untuk memastikan semua baik-baik saja di tanah rantau,” katanya.

“Oleh karena itu, kami mendesak agar Pemprov NTT segera melakukan langkah konkret menurunkan bantuan untuk menjangkau semua. Tidak hanya Mahasiswa NTT di Jabodetabek, tetapi semua perantau asal NTT yang tinggal di berbagai kota di luar wilayah NTT,” ujarnya.

Posko Donasi Garda NTT berlamat di Gedung Margasiswa I PMKRI, Jalan  Sam Ratulangie – No. 1, Menteng, Jakarta Pusat.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler