Garuda Indonesia Terancam Bangkrut, Andre Singgung Utang Masa Lalu

Sabtu, 29 Mei 2021 – 15:23 WIB
Politikus Gerindra Andre Rosiade berbicara soal nasib PT Garuda Indonesia. Ilustrasi Foto: Aristo Setiawan/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade merespons empat opsi yang diajukan oleh Kementerian BUMN untuk menyelamatkan maskapai penerbangan pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero).

Andre menyebutkan manajemen baru maskapai penerbangan miliki negara itu saat ini sedang menanggung beban utang masa lalu yang jumlahnya cukup fantastis.

BACA JUGA: Abdee Slank jadi Komisaris Telkom, Ahmad Dhani Ingat Masa Presiden Soekarno

"Harga leasing tidak masuk akal. Seharusnya 9 juta dolar sebulan, harus dibayar 12 juta dolar, yang hanya 7 juta dolar sebulan harus dibayar 9 juta dolar," kata Andre dalam keterangannya yang diterima JPNN.com, Sabtu (29/5).

Politisi berdarah Minang itu menyebutkan beban utang masa lalu yang membuat maskapai penerbangan nasional itu menelan kerugian yang luar biasa.

BACA JUGA: Garuda Indonesia Terapkan Program Pensiun Dini, Karyawan Bereaksi

Saat ini, kata Andre, dari empat opsi yang ditawarkan oleh Kementerian BUMN itu belum ada yang bersifat final.

Dia menyebutkan, Komisi VI DPR hingga saat ini masih menginginkan PT Garuda tetap beroperasi dan menjadi national flag carrier.

BACA JUGA: Divonis 8 Bulan Penjara, Habib Rizieq Bersikap Seperti Ini, Aziz Yanuar Tegas

Namun, menurut kader Partai Gerindra itu, semua pihak harus tetap rasional menyikapi permasalahan PT Garuda Indonesia. 

"Untuk itu nanti di masa sidang berikutnya kita (Komisi VI DPR) akan memanggil Garuda dan juga Kemernterian BUMN untuk mengkaji opsi mana yang paling rasional yang paling terbaik bagi Garuda," lanjutnya. 

Andre Rosiade juga menyebutkan jika nantinya ada restrukturisasi ataupun pembentukan perusahaan baru, Komsi VI tetap berpandangan Indonesia harua memiliki maskapai penerbangan nasional.

"Itu yang paling penting," sambungnya. 

Anggota DPR dari daerah pemilihan Sumatera Barat I itu juga menyebutkan pada masa sidang mendatang, Komisi VI akan menggelar rapat dengan menteri BUMN Erick Tohir.

"Saya lupa Rabu atau Kamis, kami akan rapat dengan Menteri BUMN dan hal ini akan kami eksplorasi ke Pak Erick Thohir," ujarnya. 

Selain itu, menurutAndre, Komisi VI juga akan memanggil manajemen PT Garuda Indonesia untuk membahas solusi yang ditawarkan manajemen maskapai penerbangan itu.

"Jadi dua yang akan kami lakukan. Pertama minggu ini kami akan rapat dengan Pak Erick, selanjutnya kita (Komisi VI DPR) akan panggil juga pihak Garuda Indonesia," tutur Andre Rosiade. (mcr8/jpnn)


Redaktur & Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler