Gawat, Perampokan Ala Pulomas Sudah Menular ke Banyumas

Minggu, 01 Januari 2017 – 20:59 WIB
Ilustrasi: Radar Solo

jpnn.com - JPNN.Com - Modus perampokan seperti yang dilakukan komplotan Ramlan Butarbutar di Pulomas, Jakarta Timur ternyata menjalar ke kawanan garong lainnya. Perampokan dengan menyekap korban di kamar mandi itu menular ke Banyumas, Jawa Tengah.

Jumat (30/12) dini hari, perampok menyambangi rumah di Grumbul Kebon Jambe, Desa Cikawung, Kecamatan Pekuncen, Banyumas yang dihuni Ahmad Wibiantoro. Kawanan perampok langsung menyergap Ahmad, mengikatnya dengan talu, melakban mulutnya serta menyekapnya di kamar mandi.

BACA JUGA: Hayo, Siapa Empunya Ertiga untuk Merampok di Pulomas?

Sedangkan dua penghuni lainnya, Hj Siti Halimah (70) bersama pembantunya Rubianti (17) berada di kamar. Mereka berdua berada di bawah ancaman golok. Padahal, Hj Siti Halimah menderita stroke.

Kawanan perampok pun leluasa beraksi. Penjahat menggasak emas dan uang tunai yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

BACA JUGA: Kapolda Iriawan: Motif Murni Perampokan Semakin Menguat

Wibiantoro menuturkan, dirinya daat beristirahat di kamar tiba-tiba dikagetkan suara keras. Mendadak ada dua orang masuk ke kamar dan menodongkan senjata tajam berupa golok dan pistol.

Wibiantoro yang berada di bawah ancaman dipaksa menunjukkan tempat penyimpanan uang dan barang berharga lainnya. Setelah itu, dia lantas diikat.

BACA JUGA: Di Mana Mobil Ramlan Cs Disembunyikan?

“Setelah selesai menujukan saya dibawa ke kamar mandi. Tangan diikat, kaki serta mulut dilakban. Kepala saya dibenturkan ke closet,”tuturnya saat berada di Polsek Pekuncen.

Pelaku juga menyuruh Wibiantoro agar diam. Di antara pelaku ada yang mengintimidasi Wibiantoro dengan kasus perampokan di Pulomas, Jakarta Timur yang menewaskan enam orang.

“Pelaku ada yang bilang, ‘pengin seperti kejadian Pulomas?’. Dia menempelkan pistol di kepala saya dan golok di leher. Saya memar di bagian wajah sedikit karena terbentur closet,” katanya.

Sedangkan Rubianti mengatakan, dirinya sedang tidur bersama dengan Hj Siti Halimah yang menderita stroke. Setiap hari ia satu kamar untuk menjaga majikannya tersebut.

Saat perampokan berlangsung, Rubianti terbangun karena ada tiga orang dengan penutup wajah masuk kamar dan menodongkan senjata tajam. Pelaku lantas bertanya ke Rubianti tentang jumlah orang penghuni rumah majikannya.

“Saya bilang ada tiga dan menunjukan satu kamar penghuni. Setelah itu saya dijaga satu orang supaya tidak teriak sementara pelaku lain ke kamar anak bu haji,” katanya.

Menurut Rubianti, telepon selularnya sempat diminta pelaku. Namun, dia nekat menolaknya karena handphone itu satu-satunya barang berharga miliknya.

Tetapi pelaku tetap merampas handphone milik Rubianti dan melemparkannya ke atas lemari. Pelaku yang sudah menggasak barang-barang berharga lantas kabur dan mengunci rumah korban dari luar.

“Terakhir saya liat ada empat pelaku yang pergi. Saya ambil HP saya lagi setelah memastikan tidak ada pelaku. Saya menghubungi salah satu kerabat dan akhirnya jam lima pagi ada keluarga yang masuk ke rumah. Saya mau keluar tidak bisa karena pintu dikunci dari luar,” jelasnya.

Kapolsek Pekuncen AKP Sutarno mengatakan, saat ini polisi masih menyelidiki kasus pencurian dengan kekerasan yang dialami keluarga Hj Siti Halimah. Tim Identifikasi Polres Banyumas juga sudah melakukan olah TKP.(gus/jpg/ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kejaksaan Pernah Ingin Ambil Ramlan Butarbutar, tapi...


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler