Gawat! Survei Kolaborasi UNICEF Sebut Dua Juta Anak Indonesia Terancam Jatuh Miskin

Kamis, 04 Maret 2021 – 19:59 WIB
Survei gabungan UNCEF menperkirakan dua juta anak indonesia terancam jatuh miskin. Ilustrasi. Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Hasil survei kolaborasi antara UNICEF, UNDP, Prospera dan The SMERU Insittute memperkirakan sebanyak dua juta anak di Indonesia akan jatuh ke kemiskinan jika bantuan sosial (bansos) rumah tangga disetop pada tahun ini.

“Kemiskinan anak dapat meningkat, diperkirakan akan menyebabkan dua juta anak jatuh miskin,” ujar Deputi Direktur The SMERU Research Institute Atia Yuma saat diskusi daring di Jakarta, Kamis (4/3).

BACA JUGA: Indonesia dan UNICEF Berkolaborasi untuk Pengadaan Vaksin Covid-19

Berdasarkan data survei yang digelar pada Oktober dan November 2020 itu juga mengungkap, 51,5 persen rumah tangga tidak memiliki tabungan yang bisa digunakan sebagai dana darurat. Bahkan kata Atia, 27,3 persen rumah tangga menggadaikan kepemilikan barang-barang.

Kemudian, lanjut Atia, sebanyak 30 persen dari 12.216 sampel rumah tangga yang terlibat survei merasa khawatir tidak bisa memberi makan keluarga.

BACA JUGA: Kemensos dan Unicef Bagikan Recreational Kits untuk Anak-anak Hadapi Pandemi

“Penurunan pendapatan dan gangguan sistem pasokan makanan adalah faktor-faktor utama yang menyebabkan kerawanan pangan,” jelas dia.

Atia juga menyebutkan sejumlah anak mulai bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bertahan hidup.

BACA JUGA: Nelayan Natuna Tolak Legalisasi Cantrang, Hadirkan Kemiskinan Baru

“Kami juga menemukan ada peningkatan jumlah anak yang bekerja, sekitar tujuh persen rumah tangga memiliki anak yang bekerja di mana 2,5 persennya bekerja sejak pandemi," tutur dia.

Selain itu, kata Atia, 57,3 persen orang tau menghadapi kesulitan dalam mengakses koneksi internet. Hal itu, lanjut dia, mengakibatkan 20,5 persen anak mengalami tidak konsentrasi dalam belajar bahkan 12,9 persen anak menjadi lebih mudah marah.

Oleh karena itu, SMERU menyarankan pemerintah untuk memberikan dukungan yang lebih besar bagi anak-anak mulai dari perlindungan sosial hingga kesehatan dan gizi.

"Selain juga memperluas cakupan bantuan pangan, mempertahankan dukungan untuk kelompok pendapatan menengah ke bawah dan integrasi data penerima bantuan sosial," pungkas Atia. (antara/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler