Gaya Hidup Konsumtif dan Hedonisme Bikin Milenial Lupa Diri

Senin, 14 Agustus 2017 – 21:54 WIB
WISATA BELANJA: Pengunjung mall melintas brand internasional di salah satu pusat perbelanjaan. Permintaan fashion di triwulan kedua diperkirakan terdongkrak hingga 25 persen yang dibarengi dengan tiga momen penting. Foto Satria Nugraha/Radar Surabaya/JPNN.com

jpnn.com - Generasi milenial hidup di era media sosial dan digital. Apa-apa serba pamer dan diunggah ke media sosial. Oleh sebab itu, kebutuhan kongkow, belanja, smartphone baru, secangkir kopi mahal, hingga kartu kredit sudah menjadi kehidupan sehari-hari bagi generasi milenial.

Apakah mereka sempat berpikir untuk berinvestasi? Sebab terbukti banyak gaji generasi milenial yang merupakan pekerja atau karyawan baru, habis terbuang begitu saja setiap bulan tanpa bisa ditabung. Apalagi, bagi mereka yang getol berpindah-pindah kerja dengan alasan tak cocok dengan lingkungannya.

BACA JUGA: Ini Kata Tina Toon Soal Rumah Ideal Generasi Milenial

Pakar Perencana Keuangan Universitas Indonesia (UI) Zaafri Husodo membenarkan generasi milenial memiliki gaya hidup dan karakteristik kehidupan yang berbeda dari generasi sebelumnya.

Kebiasaan hidup konsumtif dan modernisasi serta hedonisme membuat generasi milenial lupa diri untuk menabung bahkan berinvestasi.

BACA JUGA: Generasi Milenial Makin Sulit Punya Rumah Tapak

“Generasi milenial punya karakteristik yang berbeda dari kehidupan generasi sebelumnya. Konsumerisme luar biasa tinggi, ada peralihan dari generasi sebelumnya. Generasi milenial cenderung habiskan uang untuk saat ini, bukan jangka panjang,” kata Zaafri kepada JawaPos.com, Senin (14/8).

Zaafri menyebutkan, 60 persen dari gaji generasi milenial hanya digunakan untuk hura-hura, kongkow, dan biaya konsumtif lainnya. Salah satunya tentu cicilan kartu kredit.

BACA JUGA: Generasi Milenial Tak Berminat Memiliki Rumah

“Gaji generasi milenial habis digunakan sampai 60 persen untuk makan kulineran dan kongkow. Tentu berat ya untuk bisa menabung jika gaya hidupnya begitu,” tukasnya.

Menurut Zaafri, generasi milenial umumnya sudah bekerja di usia 20-22 tahun. Untuk bisa membeli rumah atau investasi properti membayar uang muka, mereka idealnya membutuhkan waktu menabung selama 10 tahun.

“Sepuluh tahun kemudian baru bisa membeli rumah. Atau sambil mencicil sejak saat ini. Karena generasi milenial, memungkinkan sekali sih memiliki properti,” papar Zaafri.

Sebab menurutnya, generasi milenial saat ini hidup di zaman era pertumbuhan ekonomi yang membaik dan kesejahteraan masyarakat yang meningkat dari tahun ke tahun.

Asalkan mereka mampu mengubah gaya hidupnya, dan berpikir tidak hanya jangka pendek, mereka pasti akan lebih cermat dalam mengelola keuangan.

“Harus mulai memikirkan kehidupan jangka panjang bukan short term,” tuturnya. (ika/JPC)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Trik Sederhana Bagi Generasi Milenial Kumpulkan DP Rumah


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler