Gebrakan Ganjar Berhasil Tekan Kemiskinan di Jateng, Cocok Jadi Panutan

Kamis, 16 Maret 2023 – 19:28 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo fokus mengurus dunia pendidikan, khususnya menyediakan sekolah gratis bagi siswa berprestasi dari kalangan keluarga miskin. Foto: dok IG @ganjarpranowo

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo fokus mengurus dunia pendidikan, khususnya menyediakan sekolah gratis bagi siswa berprestasi dari kalangan keluarga tidak mampu. 

Gebrakan ini dianggap ‘program gila’ karena nyaris semua provinsi tak memilikinya mengingat sekolah berasrama gratis menyedot APBD cukup tinggi. 

BACA JUGA: Kunjungi Sekolah di Semarang, Ganjar Pranowo: Anak-anak Diberikan Tradisi Bercocok tanam

Ganjar pun menginisiasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis keasramaan atau boarding school berbiaya cuma-cuma bernama SMK Negeri Jateng. 

SMKN Jateng yang didirikan Ganjar pada 2014 bukan hanya menekan angka putus sekolah, tetapi mampu mengentaskan ribuan keluarga miskin.

BACA JUGA: Patahan Gringsing Berpotensi Menimbulkan Gempa, Ganjar: Tetap Tenang & Jangan Panik!

Indikator tersebut terlihat dari ribuan lulusannya yang terserap di perusahaan bonafid di tanah air, maupun menjadi abdi negara.

SMK yang digagas Ganjar Pranowo itu menawarkan fasilitas asrama, dengan seluruh biaya pendidikan dan makan hingga seragam digratiskan.

BACA JUGA: Orang Muda Ganjar Kalbar Menggelar Pelatihan Teknik Budi daya Ikan

Setelah berdiri tiga SMK Boarding, disusul 15 SMK semi boarding.

Ke-15 sekolah tersebut SMKN 1 Demak, SMKN 2 Rembang, SMKN 1 Wirosari Grobogan, SMKN 1 Jepon Blora, SMKN 1 Tulung Klaten, SMKN 1 Kedawung Sragen, SMKN 2 Wonogiri, SMKN 1 Purworejo, SMKN 2 Wonosobo, SMKN 1 Punggelan Banjarnegara, SMKN 1 Alian Kebumen, SMKN 2 Cilacap, SMKN 1 Kalibagor Banyumas, SMKN 1 Tonjong Brebes, dan SMKN 1 Randudongkal Pemalang.

"Kami serius mengikis kemiskinan. Visinya sekolah ini adalah pelopor, penggerak pemberantasan kemiskinan. Lulusannya setelah lima tahun harus bisa mengentaskan kemiskinan dirinya dan lingkungannya. Juga menggerakan masyarakat tersebut untuk pengentasan kemiskinan daerahnya," kata Ganjar.

Menurut gubernur, ide SMK ini muncul ketika banyak ditemukan keluarga miskin ternyata berpendidikan rendah. Sejak saat itu, Ganjar mulai merintis sekolah gratis bagi keluarga tidak mampu agar dapat mengakses pendidikan.

Belakangan konsep pembelajaran di tiga SMKN Jateng yang menelan anggaran di atas Rp 30 miliar per tahun ini jadi role model atau panutan.

Sejumlah provinsi di Indonesia seperti DKI Jakarta, Bengkulu, Lampung dan Sulsel mengirimkan kepala sekolah dan staf pengajar untuk studi banding ke sekolah tersebut.

Ganjar juga menambah 15 SMK semi boarding di 15 kabupaten untuk menampung siswa unggul dari keluarga miskin. Dinamakan SMK Semi Boarding, karena 30 siswa yang lolos seleksi masih belajar dengan siswa reguler meskipun mereka tinggal di asrama.

SMKN Jateng Kampus 1 di Semarang sejak beroperasi telah menunjukkan eksistensi sebagai sekolah unggulan. Meskipun siswanya berasal dari keluarga prasejahtera jika diberikan kesempatan dan dibiayai negara, hasilnya prestasi akademik dan nonakademik sangat luar biasa.

Salah satu siswi kelas XII SMKN Jateng Kampus 1, Dini Nur Laela, mengaku bersyukur bisa mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.

Selain nyaman belajar, pelajar Jurusan Bisnis Konstruksi dan Properti itu sudah langsung diterima pekerjaan di PT SUA Jakarta Selatan, perusahaan bidang jasa kontruksi mekanikal dan elektrikal. Sebelumnya dia menjalani PKL di sana dan mengikuti tahapan seleksi.

Pelajar asal Pemalang yang sejak kelas kelas 2 SD menjadi yatim piatu itu mengaku berterima kasih kepada Pemprov Jateng atas kehadiran SMK ini.

Di matanya, sekolah ini menjadi lentera dan memberikan harapan baru bagi siswa keluarga miskin melanjutkan pendidikan usai lulus SMP.

"Ditinggal orangtua membuat saya terus berjuang mewujudkan mimpi. Saya terbantu dengan adanya sekolah ini. Di SMKN Jateng bukan hanya gratis, kegiatan belajar mengajar pun keren, dan begitu lulus langsung kerja,’’ kata Juara Rancang Bangun Jembatan dari Kayu Balsa Antar-SMK se-Jateng 2023 yang digelar sebuah perguruan tinggi di Semarang.

Hal senada diakui Bayu Lesmana Putra dari Jepara. Sadar bahwa orangtuanya tak berpunya karena sang ayah Oni Sahroni hanya seorang buruh, dan ibunya Sulatmi berjualan angkringan, dirinya mengejar sekolah tanpa biaya. Dia membayangkan keluarganya harus merogoh kocek jutaan rupiah untuk biaya seragam dan alat tulis jika belajar di SMK umum.

''Tetapi di sini, kami bersyukur semua ditanggung, mulai seragam, sepatu, alat tulis, ada kegiatan pesiar.Apalagi pendidikan karakternya sangat kuat,'' tambah siswa Jurusan Instalasi Tenaga Listrik.

Kepala SMKN Jateng Kampus 1 Samiran mengatakan setiap tahun ada 120 siswa yang ditampung, di mana satu rombongan belajar diisi 24 siswa dengan lima disiplin ilmu yaitu teknik bangunan, elektronika, listrik, mesin, dan otomotif.

Visi dan misi sekolah ini senapas program Pemprov Jateng untuk turut serta mengentaskan kemiskinan.

Penguatan karakter dituangkan dalam pola-pola pengajaran lewat amalan nilai-nilai Pancasila, di antaranya bangun pagi sekitar pukul 03.00 WIB untuk menjalankan ibadah, budaya sehat dengan lari pagi, senam, spirit gotong royong dan kerukunan melalui makan bersama dan membersihkan lingkungan.

Ketua Umum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Indonesia itu menjelaskan, kurikulum SMKN Jateng mengacu konsep link and match, sehingga memudahkan mereka terserap di pasar industri.(mcr8/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Ganjar   Jateng   SMK   industri   boarding school  

Terpopuler