Gegara Corona, Presiden Minta Petani Tidak Puasa Ramadan

Kamis, 23 April 2020 – 15:32 WIB
Presiden Tajikistan Emomali Rakhmon. ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo/foc. Foto: ANTARA FOTO/PRASETYO UTOMO

jpnn.com, DUSHANBE - Presiden Tajikistan Emomali Rakhmon mendesak para petani setempat untuk tidak berpuasa selama bulan suci Ramadan. Alasannya, negara sangat membutuhkan produktifitas mereka di tengah pandemi virus corona.

Tajikistan sejauh ini belum melaporkan adanya kasus virus corona. Namun, negara di Asia Tengah itu telah menutup perbatasan dan mengambil langkah-langkah pencegahan lainnya, termasuk menutup masjid.

BACA JUGA: Corona Masih Merajalela, Sebaiknya Tidak Buka Puasa Bersama dan Bertarawih di Masjid

Dalam pidatonya kepada umat Islam, yang merupakan mayoritas penduduk Tajikistan, Rakhmon mengatakan bahwa memastikan kesehatan masyarakat dan keamanan pangan adalah alasan yang sah untuk menunda puasa.

"Saya mendesak semua orang yang bekerja di ladang atas nama kesehatan mereka dan keluarga mereka, serta memastikan kesejahteraan rumah tangga mereka, untuk menggunakan keringanan ini dan menunda puasa sampai waktu yang lebih baik," kata Rakhmon, Kamis (23/4).

BACA JUGA: Pandemi Corona, Ramadan Kali Ini Sebaiknya Tak Ada Acara Buka Puasa Bersama

Bekas republik Soviet yang berpenduduk 9 juta itu telah meminta bantuan darurat dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan donor lainnya guna mengatasi dampak resesi global terhadap ekonominya.

Tajikistan mengimpor beberapa makanan utama, seperti gandum, dan salah satu pemasoknya, Kazakhstan, telah memberlakukan kuota untuk membatasi ekspor.

BACA JUGA: Hadapi Pandemi Corona Jelang Puasa, Komjen Agus Siapkan Reward untuk Polda

Tajikistan juga cenderung memiliki lebih sedikit uang tunai untuk membayar impor, karena orang-orang Tajikistan yang bekerja di Rusia mengirim lebih sedikit uang ke rumah. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler