Gegara Lockdown COVID-19, Malaysia Merugi Rp 8,4 Triliun Setiap Hari

Senin, 31 Agustus 2020 – 06:31 WIB
Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin. Foto: Antara

jpnn.com, PUTRA JAYA - Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin mengatakan Malaysia mengalami kerugian RM 2,4 miliar atau setara Rp 8,4 triliun selama masa pelaksanaan Perintah Kawalan Pergerakan (MCO) alias lockdown dalam rangka membendung COVID-19.

"Sepanjang tempo Perintah Kawalan Pergerakan dilaksanakan, saya diberi tahu oleh Gubernur Bank Negara, Malaysia kerugian RM 2,4 miliar sehari dan ekonomi negara ini akan runtuh jika sektor-sektor ekonomi tidak dibuka kembali dengan kadar segera," kata Tan Sri Muhyiddin Yassin dalam pidato khusus menyambut HUT Ke-63 Kemerdekaan Malaysia, Minggu (30/8).

BACA JUGA: Bamsoet Minta Pemerintah Tegas Bantu Nelayan yang Ditangkap Malaysia

Muhyiddin amat risau dengan keadaan tersebut. Jika tidak ditangani dengan baik, banyak yang akan kehilangan pekerjaan dan mata pencarian.

"Dampaknya amat buruk kepada saudara/saudari sekalian," katanya.

BACA JUGA: Aturan Baru Malaysia untuk Warga Asing soal Salat di Masjid

Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah memutuskan untuk membuka kembali sektor-sektor ekonomi negara secara bertahap.

Di samping itu, untuk membantu memulihkan ekonomi, pemerintah melaksanakan Pelan Jana Semula Ekonomi Negara atau Penjana yang berjumlah RM 35 miliar.

BACA JUGA: 3 WNI Berbuat Terlarang di Malaysia, Dikejar Petugas, Terjadi Pergulatan, 1 Tewas Tertembak

"Alhamdulillah, hari ini sektor-sektor ekonomi negara ini telah mulai membaik dengan lebih 15 juta pekerja telah kembali bekerja. Kadar pengangguran mengalami tren pengurangan dari 5,3 persen pada bulan Mei 2020 menjadi 4,9 persen pada bulan Juni," katanya.

Ia menyadari banyak sektor ekonomi yang terdampak parah akibat pandemik COVID-19 dan akan mengambil sedikit waktu untuk pulih sepenuhnya.

"Saya yakin tren pemulihan ekonomi berlanjut ekonomi negara ini akan pulih lebih cepat," katanya. (ant/dil/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler