Gejala Kanker Ovarium

Kamis, 01 Oktober 2015 – 15:30 WIB
ILUSTRASI. FOTO: Care2

jpnn.com - Kanker ovarium merupakan salah satu kanker yang paling mematikan bagi wanita. Setiap tahun, sekitar 22.000 perempuan di Amerika Serikat didiagnosis dengan penyakit yang berpotensi fatal ini dan sebanyak 14.000 meninggal.

Di seluruh dunia ada 238.000 kasus baru kanker ovarium didiagnosis setiap tahun dam membunuh 152.000 wanita.

BACA JUGA: Sehatkah Kehidupan Seks Anda? Yuk Simak Ini...

Bagaimana Anda tahu jika Anda memiliki kanker ovarium? Berikut ini beberapa petunjuknya, seperti dilansir laman Care2, Rabu (30/9).

1. Siapa yang rentan terkena kanker ovarium?

BACA JUGA: Usia Lanjut Beromzet 100 Juta per Bulan, Ini Tipsnya

Kanker ovarium paling sering menyerang wanita berusia lima puluhan dan enam puluhan. Selain itu, wanita yang memiliki riwayat keluarga yang kuat dari kanker ovarium, atau yang membawa gen mutasi BRCA mungkin juga menjadi korban. Satu dari tujuh kanker ovarium disebabkan mutasi BRCA.

Wanita yang telah menderita kanker payudara memiliki peningkatan risiko kanker ovarium.

BACA JUGA: Menikmati LOB di Taman Nasional Komodo, Bak Superman yang Meluncur di Dalam Laut

2. Selain itu, penelitian menunjukkan ada hubungan antara jumlah siklus menstruasi dalam hidup seorang wanita dan risiko nya mengembangkan kanker ovarium.

Seorang wanita berada pada peningkatan risiko jika dia:

Mulai menstruasi sebelum usia 12 tahun.

Belum melahirkan anak.

Memiliki anak pertama setelah 30 tahun.

Mulai menopause setelah usia 50 tahun.

Terapi penggantian hormon yang digunakan untuk mengobati gejala menopause.

Pernah mengonsumsii kontrasepsi oral.

3. Infertilitas, terlepas dari apakah atau tidak seorang wanita menggunakan obat kesuburan, meningkatkan risiko kanker ovarium.

Studi juga menemukan hubungan antara obesitas dan kanker ovarium.

Apakah tanda-tanda bahwa Anda memiliki kanker ovarium?

10 Gejala yang paling umum termasuk:

* Kembung.

* Nyeri panggul atau perut atau perdarahan.

* Kesulitan makan atau merasa kenyang dengan cepat.

* Urgensi kemih.

* Mual, gangguan pencernaan, gas.

* Sembelit atau diare.

* Kelelahan ekstrim.

* Sesak napas.

* Nyeri punggung.

* Obesitas.

Apa yang harus Anda lakukan?

“Jika salah satu gejala di atas adalah biasa bagi Anda dan bertahan lebih dari dua atau tiga minggu, maka sebaiknya Anda segera menemui dokter Anda sesegera mungkin. Deteksi dini adalah kunci untuk meningkatkan kesempatan Anda untuk bertahan hidup.

“Kunjungi dokter Anda setiap tahun. Jika ada riwayat kanker ovarium dalam keluarga Anda, tanyakan apakah Anda harus menjalankan screening untuk gen BRCA.

* Jika Anda berada pada risiko tinggi untuk kanker ovarium, tanyakan kepada dokter Anda jika Anda harus mengambil pil KB. Mengonsumsi pil KB selama 5 tahun telah terbukti mengurangi risiko kanker ovarium sebesar 50 persen.

* Anda bisa menurunkan risiko tertular berbagai bentuk kanker dengan makan makanan yang sehat penuh buah dan sayuran, tidak merokok dan berolahraga secara teratur.

Yang paling penting, jangan tunda dalam mencari bantuan dan pengobatan. Seperti semua penyakit, tetapi terutama kanker, semakin cepat penyakit Anda didiagnosis dan diobati maka akan semakin baik.(fny/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini Kabar Baik Bagi Lansia yang Alami Gangguan Penglihatan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler