Gelar 3 OTT, KPK Tangkap 2 Kader Golkar dan 1 Politikus PDIP

Minggu, 17 September 2017 – 02:28 WIB
Wali Kota Batu Eddy Rumpoko (berkacamata) saat tiba di KPK, Minggu (17/9) dini hari. Foto: M Kusdharmadi/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat rekor baru dalam operasi tangkap tangan (OTT). Pada pekan ini saja, KPK menggelar tiga OTT di wilayah berbeda.

Sebelumnya, KPK pada Rabu lalu (13/9) menangkap Bupati Batubara Orang Kaya Arya Zulkarnaen. OTT itu terkait suap proyek-proyek Pemkab Batubara 2017.

BACA JUGA: Walkot Batu Sedang Mandi di Rumahnya, Pintu Diketuk Tim KPK

Sedangkan Jumat (15/9), KPK menggelar OTT di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dalam OTT itu, KPK menciduk pimpinan DPRD Banjarmasin yang diduga menerima suap untuk pembahasan rancangan perda (ranperda) tentang penyertaan modal untuk PDAM di ibu kota Provinsi Kalsel tersebut.

Sedangkan Sabtu (16/9), tim KPK menyambangi Kota Batu di Jawa Timur untuk menggelar operasi senyap. Yang terjaring OTT itu adalah Wali Kota Batu Eddy Rumpoko.

BACA JUGA: OTT di Batu, KPK Boyong Lima Orang Termasuk Wali Kota

Menurut praktisi hukum Muara Karta, tiga kali OTT dalam sepekan merupakan prestasi luar biasa bagi KPK. Dalam catatan Muara, selama tiga kali OTT itu KPK menangkap dua kader Golkar dan satu politikus PDI Perjuangan.

"Di sini KPK bekerja tidak pandang bulu. Siapa yang salah tetap disikat," ujarnya, Sabtu (16/9).

BACA JUGA: KPK Amankan Uang Diduga Suap Terkait Proyek di Batu

Seperti diketahui, Bupati Batubara Orang Kaya Zulkarnaen merupakan kader Golkar. Kepala daerah kelahiran Surakarta itu juga menjadi ketua DPD Golkar Batubara.

Selanjutnya, OTT KPK di Banjarmasin juga menjerat kader Golkar. Ada Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali yang juga kader Golkar.

Sedangkan di Batu, OTT KPK menjaring Eddy Rumpoko yang sempat dipercaya memimpin DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang. Eddy sudah dua periode memimpin Pemkot Batu.

Karta menyebut OTT KPK selalu menyeret banyak pihak. "Kalau berbicara soal kasus korupsi pejabat politik, maka rasanya tidak mungkin tidak ada kaitannya dengan mafia korupsi," ujar alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) itu.

Ketua umum Perhimpunan Putra Putri Angkatan Udara Republik Indonesia (PPP AURI) itu mengharapkan gencarnya KPK menggelar OTT bisa membuat jera. "Kalaupun tidak lama hukumannya, paling tidak jika sudah ditetapkan sebagai tersangka, terdakwa, lalu divonis, itu memberikan pembelajaran bagi yang lain," tegas Karta.(iil/JPC)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sikat Wali Kota Batu, KPK Tiga Kali OTT dalam Sepekan


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler