Geliat Petani Milenial Bogor di Masa Pandemi Covid-19

Rabu, 02 Desember 2020 – 00:49 WIB
Sandiaga Uno saat memberikan bibit, pakan lele, dan pot kangkung di Kampung Pabuaran, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Foto: Dok Humas RIB

jpnn.com, BOGOR - Selama masa pandemi Covid-19 daya beli masyarakat menurun karena pembatasan aktivitas sosial. Hal ini menjadi pukulan berat bagi perekonomian Indonesia.

Mahalnya harga kebutuhan pokok membuat rumah tangga mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan yang diperlukan di masa pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Srikandi Tani Kampung Becek Ajak Warga Tanam Hidroponik

Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para petani milenial di Kampung Pabuaran, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, pada masa sulit.

Para anak muda yang tergabung ke dalam Kelompok Tani Leuit Jajaka justru menjadikan masa pandemi sebagai ajang untuk bereksperimen dalam mengembangkan hasil tani di wilayah Bogor. Salah satu yang sukses dikembangkan adalah budikdamber.

BACA JUGA: Irjen Dofiri Sebut Kejadian di RS Ummi Pidana Murni, Ada Konsekuensi Hukumnya, Termasuk kepada Habib Rizieq

“Awalnya, kami berpikir bagaimana caranya menghasilkan uang untuk jajan selama pandemi,” ujar Aditya Pratama Hermon, Ketua Leuit Jajaka, kepada wartawan, Selasa (1/12).

Saat mayoritas pemuda sibuk bersosial media, Aditya dan teman-temannya memilih berkutat di bawah teriknya matahari. Di balik keterbatasan yang mengadang, mereka ingin memastikan agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi.

BACA JUGA: Dengan Budikdamber, Sandiaga Uno Ajak Warga Peduli Lingkungan Sejak Dini

Kelompok Tani Leuit Jajaka, lanjut Aditya, terus berupaya untuk berinovasi di tengah sempitnya lahan pertanian di kawasan Kota Bogor dengan metode tanam yang efisien di lahan seluas 500 meter.

"Kami mengembangkan komoditas perikanan dan pertanian seperti bawal, gurame, kangkung, cabai, bayam, dan ketimun. Hasil panennya kami jual di bawah harga pasar untuk warga sini," tutur pemuda yang kini cuti kuliah akibat terdampak Covid-19 tersebut.

Mendukung program tersebut, Relawan Indonesia Bersatu berinisiatif menyokong kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan memberikan bibit lele sebanyak 10.000 ekor, 800 kilogram pakan lele, dan 2.400 pot kangkung.

Ketua Relawan Indonesia Bersatu Sandiaga Uno mengatakan, gagasan urban farming dengan konsep ekosistem terpadu budi daya Ikan yang terintegrasi dengan sistem produksi sayuran merupakan inovasi yang memberikan dampak besar bagi keberlangsungan hidup.

"Kami memberikan dukungan agar mereka bisa bertahan dan berkembang sehingga semakin bermanfaat bagi masyarakat," ujar Sandi.

Selain manfaat ekonomi, Sandi berharap, kegiatan ini dapat menguatkan rasa kebersamaan dan menciptakan budaya gotong royong dalam lingkungan tempat tinggal melalui kelompok tani dan usaha UMKM.

"Kita harus segera bangkit dan pulih, buka lapangan pekerjaan dan jangan takut gagal,” jelas Sandi.

Relawan Indonesia Bersatu juga memberikan bantuan pelatihan pengelolaan budidaya pangan dari pakar pertanian, sehingga diharapkan masyarakat penerima bantuan memiliki keahlian untuk menjalankannya secara mandiri dan berkelanjutan.

Untuk mendukung keberlangsungan usaha tani yang dikembangkan Poktan Leuit Jajaka, RIB juga memberikan bantuan alat pertanian yaitu 2 unit penyemprot hama, 5 cangkul, 3 pacul garpu, 100 buah media semai, 10 sak pupuk kompos, 1 gulungan jaring tani, 10 buah kantong kompos, dan 100 kemasan bibit tanaman.

Sebanyak 200 paket bantuan sosial juga diberikan kepada warga. Penerima bantuan adalah warga Desa Pabuaran, Kota Bogor yang sebagian besar berprofesi sebagai buruh harian lepas dan warga korban PHK.

"Usaha kemandirian pangan hasil swadaya warga ini semoga dapat berperan dalam membangun perekonomian nasional," tandas Sandi. (cuy/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler