Gempa Guncang Palu, BPBD: Gunung Api Kerinci Masih Aman

Senin, 01 Oktober 2018 – 22:29 WIB
Gunung Kerinci. foto: jambiekspres/jpg

jpnn.com, KERINCI - Gunung Kerinci masih dalam kondisi aman pascagempa dan tsunami yang melanda Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) lalu.

Hal itu dikatakan Kepala BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, Sabtu (29/9).

BACA JUGA: Oknum Warga di Palu juga Coba Jarah Toko Handphone

Menurut  Bachyuni, Gunung Kerinci masih berada pada level II. BPBD Kerinci juga sudah berada di lokasi gunung Kerinci.

“Masih aman, tidak terjadi apa-apa,” katanya, dikonfirmasi, tadi malam.

BACA JUGA: Pray for Sulteng, RI Terima Tawaran Bantuan 18 Negara Lain

Masyarakat Kabupaten Kerinci diminta tenang karena ada informasi yang menyebut bahwa gunung Kerinci mengalami erupsi. “BPBD Kerinci akan terus menginformasikan jika ada perkembangan,” tegasnya.

Darifus, Kepala BPBD Kerinci juga membantah informasi gunung Kerinci mengeluarkan erupsi.

BACA JUGA: Polisi Segera Buru Pencuri Detektor Tsunami

"Saya sudah berkoordinasi langsung dengan pengamat Gunung PVBMG Kerinci, saat ini Saya masih di kayu Aro. Isu erupsi Gunung Kerinci, itu tidak benar,” tegas Darifus.

Menurut pihak pemantau gunung Kerinci, lanjut Darifus, yang ada hanya kabut yang menyelimuti Kayu Aro dan sekitarnya, itu merupakan faktor alam dan sering terjadi.

Kondisi ini dikarenakan adanya pengaruh hembusan angin yang sering terjadi yang membawa debu Vulkanik.

“Namun tidak memberikan dampak buruk bagi masyarakat Kabupaten Kerinci,” sebutnya.

Hal senada juga disampaikan Penjaga Pos R10 Gunung Kerinci, Dudung, yang menyatakan bahwa Jumat (28/09) malam, hingga Sabtu, Gunung Kerinci masih berstatus waspada level II.

“Dari semalam (Jumat, red) sampai detik ini (Sabtu, red), belum ada tanda-tanda adanya peningkatan aktivitas Gunung Kerinci," ujar Dudung.

Bahkan, sambung Dudung, dirinya menanyakan langsung kepada beberapa pendaki yang turun dari puncak Gunung Kerinci. Pendaki menyatakan bahwa tidak melihat terjadinya erupsi, dan mengeluarkan abu vulkanik. "Memang cuaca dipuncak kabut, namun, tidak ada erupsi," kata Dudung.

Untuk itu, dirinya meminta kepada masyarakat Kabupaten Kerinci terutama warga Kayu Aro yang berada di area kaki Gunung Kerinci tidak cepat termakan isu.

"Warga diharapkan tenang, jika terjadi erupsi, maka, kami akan secepatnya untuk memberitahukan," tandasnya.

Sebelumnya, Sabtu (29/09) kemarin, dihebohkan dengan beredarnya informasi Gunung Kerinci mengalami erupsi. Erupsi terjadi sejak dini hari, dengan mengeluarkan abu vulkanik.

Hal tersebut diperkuat dari informasi yang dikeluarkan dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha BMKG Jambi, dimana abu vulkanik terlihat sejak Sabtu (29/9) pukul 01.30 WIB dini hari.

Semburan abu vulkanik itu mengarah ke barat dan terlihat hingga pukul 08.30 WIB. Namun sejak pukul 10.30 WIB, semburan abu vulkanik tidak terlihat lagi. Penyebabnya, Gunung Kerinci tertutup awan.

"Berdasarkan Sigmet dan VAAC, teramati erupsi abu vulkanik Gunung Kerinci pada lapisan permukaan dengan ketinggian mencapai 1.400 m disertai kecepatan 5 knot. RGB Citra Satelit cuaca Himawari diperbarui sekitar pukul 10.30 WIB hingga siang ini abu vulkanik tidak terdeteksi karena wilayah gunung Kerinci tertutup awan," tulis BMKG dalam keterangan tertulis.

Begitu juga sumber dari https://magma.vsi.esdm.go.id/ dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung api Kerinci dimana merekomendaikan masyarakat di sekitar Gunung Api Kerinci dan pengunjung wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak gunungapi Kerinci di dalam radius 3 km dari kawah aktif.

Sebaiknya, jalur penerbangan di sekitar gunung api Kerinci dihindari karena sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan. (adi/aba)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penipuan Bermodus Bantuan Gempa dan Tsunami Palu Bermunculan


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler