Gempa Maluku Barat Daya M7,5 Menimbulkan Kerusakan di Tanimbar Selatan

Selasa, 10 Januari 2023 – 08:25 WIB
Visual kerusakan pagar sekolah di Tanimbar Selatan setelah gempa Maluku Barat Daya M7,5, Selasa (10/1/2023). Foto: dokumentasi BNPB

jpnn.com, JAKARTA - Gempa bumi dengan magnitudo 7,5 mengguncang pantai utara Maluku Barat Daya pada pukul 00.47 WIB, Selasa (10/1).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami pascagempa tersebut.

BACA JUGA: Gempa Bermagnitudo 5,6 di Pacitan, BMKG Beri Penjelasan Begini

Peringatan dini tsunami tersebut kemudian dinyatakan telah berakhir pada pukul 3.43 WIB.

Kepala BMKG RI Dwikorita Karnawati menyampaikan peringatan dini tsunami diakhiri berdasarkan proses permodelan dan pengamatan pada area yang terdampak oleh gempa.

BACA JUGA: Hasto Dapat Bocoran soal Capres PDIP yang Akan Diumumkan Bu Mega?

"Setelah dua jam dikeluarkannya peringatan dini tsunami, maka BMKG mengakhiri peringatan dini tersebut," kata Dwikorita, Selasa dini hari.

Walakin, dia menegaskan bahwa peringatan ini bukan dicabut, hanya diakhiri.

BACA JUGA: Singgung Restu Kiai soal Pilpres 2024, Sandiaga Segera Sowan Prabowo

"Kami imbau agar masyarakat tetap waspada dan tetap beraktivitas seperti biasa," lanjutnya.

Dwikorita menjelaskan pengakhiran peringatan dini tersebut didasarkan pada standar perhitungan waktu kedatangan tsunami hingga dua jam setelah peristiwa gempa.

Selain itu, melalui pemantauan kenaikan titik muka air laut di empat titik dipastikan tidak terjadi kenaikan secara signifikan.

"Berdasarkan observasi dengan metode tide gauge di empat lokasi sekitar gempa yaitu Seira, Adaut, Lirang, dan Larat tidak menunjukkan adanya anomali atau perubahan tinggi muka air laut yang signifikan," tuturnya.

Berdasarkan keterangan BMKG, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,37° Lintang Selatan (LS) ; 130,23° Bujur Timur (BT) atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 136 km arah barat laut Maluku Tenggara Barat, Maluku pada kedalaman 130 km.

BMKG menyimpulkan gempa tersebut terjadi akibat aktivitas subduksi di Laut Banda dan berdasarkan hiposenter gempa tergolong kategori menengah dengan mekanisme gempa berupa pergerakan naik (thrust fault).

Pada Selasa pagi, Plt Kapusdatinkom BNPB Abdul Muhari melaporkan adanya kerusakan sejumlah bangunan pascagempa di kawasan Tanimbar Selatan.

Data sementara dari Tanimbar Selatan tercatat ada 2 rumah di Saumlaki dan 2 rumah di Kandar rusak berat, sedangkan sebagian pagar SMP Kristen roboh.(ant/fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler