Geng Motor Makin Beringas, Cewek Dihantam Samurai

Minggu, 04 Januari 2015 – 01:02 WIB

jpnn.com - BATAM - Mita, 19, nyaris ditebas dengan samurai oleh orang yang tidak dikenal  pada Jumat (2/1) lalu di kawasan wisata Bukit Harimau, tepatnya di  Tangga Seribu, Kelurahan Seiharapan, Sekupang, Batam.  

“Kejadiannya Jumat (2/1) malam, waktu saya lagi nongkrong bersama  teman-teman. Namun tiba-tiba ada orang yang datang dan menarik  saya sehingga saya terjatuh,” kata Mita saat membuat laporan di  Mapolsek Sekupang, Sabtu (3/1).

BACA JUGA: Dilarang Mabuk, Preman Ngamuk Bawa Kampak

Ia menceritakan, orang tak dikenal itu menghantamnya dengan  samurai yang masih tertutup di dalam sarungnya. Setelah dihantam,  Mita mengaku ditonjok dan ditendang hingga terjatuh dari anak  tangga.

“Perut saya juga ditendang dengan kakinya. Gak tau kenapa  mau narik-narik saya,” katanya lagi.

BACA JUGA: Napi Cipinang Pasok Sabu-Sabu ke Jatim

Hal itu juga dirasakan oleh tiga temannya yang lain. Beberapa teman  Mita lari mencari pertolongan. Beruntung ada beberapa penjaga lokasi  wisata Tangga Seribu yang langsung datang ke lokasi kejadian,  sehingga Mita dan teman-temannya berhasil diselamatkan. Namun ia  mendapatkan luka memar di bagian kepala.

Ketua RT sekitar tempat kejadian yang tidak ingin namanya  disebutkan, mengatakan dari awal ia mencurigai ada beberapa  gerombolan anak muda di sana. Dari gerombolan anak muda, yang  diduga memukuli Mita, ia mengetahui salah seorang remaja bernama  Yusuf.

BACA JUGA: Kasus Pencabulan Masih Dominan

Sepengetahuannya, Yusuf ini sering nongkrong di kawasan  Sekupang, tidak jauh dari Sekolah Luar Biasa (SLB). Ia menduga  gerombolan tersebut adalah geng motor, yang akhir-akhir ini  meresahkan warga sekitar.

“Kita sudah tahu dia (Yusuf, red) orangnya. Demi keamanan  pariwisata saya harap pelaku ditangkap secepatnya,” tuturnya.

Demi proses penyelidikan kepolisian, Mita bersama beberapa  rekannya langsung melakukan proses visum. Belasan warga Tangga  Seribu pun mendatangi Polsek Sekupang untuk memberikan  kesaksianya.

Ancaman dari komplotan yang diduga geng motor juga dialami Robes Girsang, 27, warga Perumahan Taman Teratai 3 Blok Q, Batuaji. Ia menjadi korban penodongan dua orang pria di kawasan SP Plaza, Sagulung, Sabtu (3/1) sekitar pukul 01.00 WIB.

Pelaku menggunakan sebilah klewang dan pisau untuk merampas hape milik korban denagan kerugian senilai Rp 11 Juta.

Diceritakan Robes, penodongan terjadi saat ia bersama pacarnya, Lita Sibagariang, 21, mengendarai sepeda motor melewati jalan di dekat Mall SP Plaza. Tiba-tiba dua pria menghadang sepeda motor pasangan kekasih ini.

“Pertama mereka (pelaku) minta rokok. Dan saya bilang tidak ada karena saya tak merokok. Lalu mereka minta uang dan saya menolaknya,” kata Robes di hadapan anggota Polsek Sagulung.

Mendapat penolakan tersebut, pelaku langsung mengeluarkan sebilah pisau dan kelewang. Senjata tajam tersebut lantas diarahkan kepada pasangan ini.

“Pelakunya sempat ngacam kalau saya menolak. Pacar saya sangat takut, jadi saya terpaksa nuruti permintaan pelaku,” jelasnya.

Menurutnya, pelaku memiliki ciri-ciri badan tegap dan mengenakan jaket. Usai memalak korbannya pelaku pergi melarikan diri menggunakan sepeda motor ke Batuaji.

“Sepertinya pelaku sering nongkrong di kawasan itu. Mudah-mudahan pelakunya bisa ditangkap dan mengembalikan uang serta hape saya,” katanya.

Kapolresta Barelang Kombes Asep Safrudin, sebelumnya, mengatakan sudah mengerahkan sejumlah personil kepolisian untuk memanatau dan menangkap para pelaku kriminal jalanan itu. “Timsus sudah dikerahkan, pasti ketangkap nanti,” kata Asep.

Untuk menumpas keberadaan kelompok geng motor kriminal ini, polresta Barelang sudah membentuk timsus terdiri 20 regu pemburu anggota geng motor.

“Anggota dilengkapi senjata, kalau tertangkap basah dan melawan, anggota diizinkan menembak,” kata Asep. (cr5)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengedar Narkoba Diciduk saat Terlelap


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler