Genjot Investasi ke Batam, BP Gencar Berpromosi hingga ke Taiwan

Kamis, 25 Juli 2019 – 23:59 WIB
Kepala subdit Promosi BP Batam, Ferdiana Sumiartony (kiri pakai batik) saat mengunjungi perusahaan Pegatron di Taiwan. Foto: Dokumentasi Humas BP Batam untuk batmapos.co.id

jpnn.com, BATAM - Badan Pengusahan (BP) Batam terus berpromosi ke luar negeri termasuk Taiwan untuk menggenjot investasi di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Kepala subdit Promosi BP Batam, Ferdiana Sumiartony, mengatakan, kunjungan mereka ke Taiwan memenuhi undangan dari Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei.

BACA JUGA: Investasi di Pekanbaru Rp 878 Miliar, Medco Sumbang Rp 340 Miliar

“Kita mengikuti kegiatan Indonesia Investment Business Forum (IIBF) sebagai rangkaian dari acara Taiwan ASEAN India Strategic Investment Partnership Forum yang diselenggarakan di kota Taipei dan Hsinchu, Taiwan pada tanggal 22 sampai 25 Juli 2019,” katanya seperti dilansir batampos.co.id (Jawa Pos group) hari ini.

BACA JUGA: Pengasuh Kejam, Siksa Bocah Tiga Tahun Pakai Kayu hingga Patah Tulang

BACA JUGA: BP Batalkan Izin Alokasi Lahan Tidur, Pemilik Kecewa dan Layangkan Protes Keras

Dalam Investment Business Forum kata dia, BP Batam menyampaikan paparan peluang investasi di Kota Batam.

Termasuk fasilitas dan insentif lainnya dengan status Batam FTZ yang akan didapat bagi investor apabila membuka usahanya di Kota Batam.

BACA JUGA: Mengintip Cara Bintang PSM Makassar Asnawi Mangkualam Bahar Berinvestasi

Ferdiana menjelaskan, hingga 2018 investasi dari Taiwan di Kota Batam terdapat 16 projek.

Dengan nilai investasi 44,154 juta USD dan menyerap tenaga kerja lokal sekitar 2 ribu pekerja.

Pada semester I tahun 2019 telah masuk investasi baru dari Taiwan, yaitu dari perusahaan Pegatron sebesar 40 juta USD dan membuka lapangan kerja sebesar 1.800 tenaga kerja lokal.

Kepala KDEI, Didi Sumedi, mengatakan Indonesia perlu memanfaatkan kesempatan dengan adanya trade war antara China dan Amerika.

“Berinvestasi di Indonesia tidak hanya berpeluang memasuki pasar Indonesia sebesar 270 juta jiwa,” jelasnya.

“Tetapi juga berpeluang untuk memasuki pasar sebesar 4,7 miliar penduduk dengan adanya perjanjian bilateral dengan beberapa negara,” kata dia lagi.

Negara-negara tersebut kata dia, India, China, Pakistan, Chili, serta dengan ASEAN. Dengan total market capital sebesar 47.7 Triliun USD.

Sementara Executive Director of Market Development Department, TAITRA (Taiwan External Trade Development Council), James K.J. Chen, mengakui Indonesia merupakan Promosing Land untuk investasi jangka panjang.

Hari pertama kegiatan, delegasi berkesempatan untuk mengunjungi perusahaan Pegatron yang telah membuka salah satu lini produknya di Batam yang diresmikan pada tanggal 9 Juli 2019.

BACA JUGA: Tak Terima Disoraki dan Dihujat Suporter, Syukri Wardi Ancam Lapor Polisi

Rombongan diterima oleh Charles Lin Chief, Financial Officer dan jajaran. Pada kesempatan tersebut Charles Lin, menyatakan, alasan pihaknya memilih Indonesia untuk mengembangkan usaha Pegatron, karena Indonesia memiliki sumber daya yang baik dan juga merupakan waktu yang tepat bagi Pegatron untuk berinvestasi.

“Apabila iklim usaha di Batam cukup kondusif, dan biaya logistik cukup kompetitif, tidak menutup kemungkinan fasilitas di Batam bisa sebesar fasilitas Pegatron di Shanghai atau Suzhou,” ujarnya.

“Di mana kapasitas produksinya bisa menciptakan lapangan kerja sampai dengan 50.000 tenaga kerja,” terangnya lagi.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Dendi Gustinandar, mengapresiasi atas pelaksanaan investment business forum tersebut.

Dia menyatakan hasil forum itu mendapat respon yang positif dari salah satu asosiasi di Taiwan di bidang Electrical & Electronic, dan berjanji membawa rombongan pengusaha Taiwan berkunjung ke Batam pada awal bulan September tahun ini.

BACA JUGA: Firza Andika Dikabarkan Didepak AFC Tubize

“Hasil pertemuan one on one dengan perusahaan terbesar di Taiwan penghasil produk smart devices juga tertarik menanamkan modalnya di Batam,” paparnya.

“Dan akan melakukan kunjungan ke Batam untuk melihat secara langsung iklim investasi di Batam,” imbuhnya lagi.

Pihaknya yakin jika terealisasi akan mendorong perekonomian Batam semakin bergairah. Sehingga pertumbuhan ekonomi di Kota Batam diharapkan dapat kembali melebihi pertumbuhan ekonomi nasional.(*/esa)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Badan Pengusahaan Cabut Izin Alokasi Lahan Milik PT Pulau Mas Putih


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler