Gerakan Sosial #SayaAjaBisa Disambut Baik Warga Bali

Jumat, 26 Juli 2019 – 19:07 WIB
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Putri Suastini Koster (kiri) dan Koordinator Keberlanjutan PT HM Sampoerna Tbk Annisa Sekaringtias saat sesi talk show Circular Revolution. Foto dok Sampoerna

jpnn.com, BALI - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ni Putu Putri Suastini Koster memuji gerakan-gerakan sosial bertajuk #SayaAjaBisa dan #PuntungituSampah.

Gerakan yang bertujuan mengatasi permasalahan sampah puntung rokok ini diinisiasi oleh PT HM Sampoerna Tbk sejak awal 2019, dan telah menjangkau beberapa kota, termasuk Bali. Di Bali, gerakan ini telah dilakukan di Tabanan dan juga Seminyak.

BACA JUGA: HM Sampoerna Sabet Penghargaan Asia Responsible Enterprise Award 2019

"Gerakan seperti inilah yang diharapkan pemerintah. Saya bangga dan bahagia sekali dengan adanya gerakan ini," ujar Putri Suastini.

Pada acara ini, Sampoerna melakukan sosialisasi gerakan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Tak hanya itu, Sampoerna juga membagi-bagikan kantong portable khusus untuk perokok dewasa yang hadir dalam acara yang merupakan kolaborasi BEDO dengan pihak swasta.

BACA JUGA: Menperin Puji Program Sampoerna Retail Community

Dengan begitu, mereka bisa menyimpan sampah puntung tersebut jika tidak menemukan tempat sampah untuk membuangnya.

Putri Suastini mengatakan, gerakan ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 yang bertujuan mengurangi limbah sampah plastik hingga 70 persen. Dalam menjalankan pergub ini, sambungnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendirian. Dibutuhkan dukungan dari semua pihak agar tujuan Bali yang lebih bersih dapat tercapai.

BACA JUGA: Sampoerna Gandeng Aktivis Lingkungan Atasi Sampah Puntung Rokok

"Semua masyarakat perlu terlibat. Kita semua hidup di lingkungan. Jadi, kita harus merawat lingkungan secara bersama-sama," ujar Putri Suastini.

Kepala Hubungan Daerah dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sampoerna, Ervin Pakpahan menuturkan pihaknya siap bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Bali.

Ervin sepakat bahwa penanggulangan sampah memerlukan kerja sama semua pihak, baik itu pemerintah, tokoh masyarakat, pemimpin daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat umum.

Sebagai perusahaan yang berkomitmen dalam isu-isu keberlanjutan, kata Ervin, Sampoerna telah dan senantiasa mengambil langkah nyata untuk berkontribusi dalam penanggulangan sampah.

"Sampoerna berharap bahwa gerakan sosial ini dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi seluruh pihak khususnya masyarakat luas untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan yang pada akhirnya akan memberikan manfaat baik terhadap mutu kehidupan," kata Ervin.

Bersih-Bersih Pantai Selain sosialisasi gerakan sosial #SayaAjaBisa, Sampoerna juga mendukung gerakan bersih-bersih pantai yang dilakukan Komunitas Malu Dong di Pantai Sanur, Minggu (21/7).

Pada kegiatan tersebut, Komunitas Malu Dong juga meresmikan penempatan sepuluh asbak publik raksasa disertai imbauan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Sementara Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, I Ketut Adi Wiguna mengapresiasi kegiatan ini. Menurut Adi, kegiatan ini mendorong perubahan perilaku masyarakat di Bali dalam menjaga kebersihan.

"Setidaknya mulai ada peningkatan kesadaran tidak membuang sampah sembarangan. Sudah ada aturan ditentukan pemerintah di mana tempatnya,” tandasnya.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tak ada Kenaikan Cukai Rokok pada 2019, Sampoerna Apresiasi Langkah Pemerintah


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler