Gerindra dan PKS Ingin Kompak di Level Daerah

Sabtu, 01 April 2017 – 00:15 WIB
PKS. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, MATARAM - Pengelompokan partai politik mulai terpetakan jelang pilkada serentak 2018 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebelumnya, sejumlah partai politik (parpol) poros tengah (PPP, PAN, PKB, Hanura) mewacanakan diri berkoalisi.

BACA JUGA: Rupanya Fraksi Gerindra Diam-Diam Surati Pimpinan Dewan

Kini giliran Partai Golkar, Partai Gerindra, dan PKS mewacanakan koalisi parpol besar.

“Masih sebatas wacana,” ujar Wakil Ketua DPD Partai Gerindra NTB Mori Hanafi, kemarin (31/3).

BACA JUGA: Gerindra Jabar Cari Cagub, DPC Kompak Sebut Satu Nama

Diakui, wacana tersebut merupakan arahan dari DPP Gerindra dengan PKS. Karena sebatas arahan, maka belum bisa dikatakan resmi.

Arahan tersebut diharapkan koalisi di pusat antara Gerindra dengan PKS dapat berlanjut hingga daerah. Tidak hanya tingkat provinsi melainkan kabupaten/kota.

BACA JUGA: Gerindra: Ridwan Kamil Didukung Barisan Istana

Bagaimana hubungan Gerindra dengan PKS di NTB? Kata dia, semua dalam kondisi kondusif. Tinggal melakukan konsolidasi antara keduanya.

Meski diakui sejauh ini antara Gerindra dan PKS belum membahas lebih lanjut perincian partai mana yang akan mendampingi H Moh Suhaili FT sebagai bakal calon wakil gubernur (bacawagub).

“Belum ada perincian ke arah sana, Gerindra dan PKS harus solid dulu,” ungkap Wakil Ketua DPRD NTB ini.

Ketua Fraksi PKS DPRD NTB H Johan Rosihan menambahkan, pada dasarnya koalisi Gerindra dan PKS solid dari atas hingga ke bawah.

Bagi PKS, Gerindra adalah pilihan koalisi utama. Semangat koalisi nasional dan Jakarta akan diupayakan maksimal dalam ajang Pilkada serentak NTB 2018.

Pengamat politik NTB Agus melihat, jika parpol tersebut jadi berkoalisi maka pertarungan politik Pilgub 2018 akan menarik.

Artinya, jumlah pasangan calon mungkin tidak akan lebih dari tiga pasangan calon.

Dikabarkan pula PKB justru memilih merapat dalam koalisi parpol poros besar.

“Hitungan saya jika empat parpol ini bergabung, maka bisa jadi calon dari parpol ada dua pasangan, ditambah satu dari perseorangan maka menjadi tiga pasangan,” kata Dosen Ilmu Politik IAIN Mataram ini. “Persaingan akan semakin ketat,” tambahnya.

Meski demikian, ia melihat koalisi empat parpol tersebut akan kesulitan menentukan wakilnya. Karena sudah ditebak arah Golkar yang ingin sebagai bacagub.

Lantas, partai mana yang akan menjadi bacawagub? Kata dia, jika mereka tidak menemukan kesepakatan maka koalisi bisa gagal.

Atau bisa saja, di Pilgub NTB diberikan kepada Golkar. Tetapi Pilkada Lobar, Lotim, dan Kota Bima diberikan pada tiga parpol koalisi.

“Pola-pola ini saya kira bisa mereka lakukan untuk memperkuat bingkai koalisi,” terang Agus.(ewi/r7)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Prabowo Subianto Copot Jabatan Erisman


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Pilkada NTB   Gerindra   PKS  

Terpopuler