Golkar Bertransformasi Jadi Partai Milenial, Kader Muda Banyak Menang Pilkada 2020

Rabu, 16 Desember 2020 – 21:43 WIB
Partai Golkar jelang Pilpres 2024. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar Maman Abdurahman menilai, Golkar sudah bertransformasi menjadi partai milenial.

Banyak kaum muda dan kader-kader milenial diusung Golkar ke panggung politik Indonesia.

BACA JUGA: KPK Diharapkan Berani Mengusut Aliran Duit Haram Bansos COVID-19 ke Partai Politik

Di Pilkada 2020 ini, partai beringin juga mengusung banyak anak muda di sejumlah daerah pemilihan.

"Kepemimpinan Pak Airlangga memberi peluang dan kepercayaan kepada kader-kader muda Partai Golkar," ujar Maman, dalam keterangannya, Rabu (16/12).

BACA JUGA: Golkar Gagal di Pilkada Indramayu, Siapa yang Harus Disanksi?

Ia kemudian mencontohkan di beberapa daerah, tokoh muda yang diusung Golkar sukses memenangi Pilkada 2020.

Antara lain, pasangan Adnan Purichta Ichsan (Golkar) dan Abdul Rauf Malaganni, hasil hitung cepat menunjukkan pasangan ini menang hingga 92 persen melawan kotak kosong di Pilkada Gowa 2020.

BACA JUGA: Begini Pesan Bu Mega untuk Kader yang Menang di Pilkada Sulsel

Adnan adalah kader Golkar yang baru berusia 34 tahun.

Perolehan suara Adnan-Kio menurut lembaga survei Jaringan Suara Indonesia menjadi rekor suara terbanyak dalam pemilihan bupati.

Partisipasi pemilih di Gowa tahun ini mencapai 77,32 persen pemilik suara.

Sebelumnya, rekor perolehan suara terbanyak dimiliki Nurdin Abdullah saat Pilkada Bantaeng 2013, mencapai 82,58.

Golkar juga mengusung kader muda Dico Ganinduto-Windu Suko Basuki di Pilkada Kendal.

Hasil hitung sementara paslon nomor urut 1 ini mendapat 49,2 persen atau 279.575 suara.

Dico (Golkar)-Windu mengalahkan dua pasangan lainnya yang lebih senior.

Padahal, dalam survei yang banyak dilakukan sebelum pilkada, pasangan Dico-Windu hanya menempati urutan ke-3.

Dico baru berusia 30 tahun sejak 19 Februari lalu merupakan salah satu calon bupati termuda.

Ia bahkan lebih muda dari calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang berusia 33 tahun.

Menurut Maman, Dico hanya kalah dari calon Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky.

Aditya adalah calon bupati yang diusung juga oleh Partai Golkar.

Hasil sementara menunjukkan Aditya yang berpasangan dengan Riyadi unggul dengan perolehan suara 423.236 suara atau 60 persen.

Selain itu ada pula Arif Sugiyanto calon bupati dari Golkar yang berusia 43 tahun, juga unggul di Pilkada Kebumen berdasarkan hasil sementara. Pasangan ini merupakan calon tunggal.

Hasil sementara juga menunjukkan pasangan Franc Bernhard Tumanggor-Mutsyuhito Solin unggul di Pilkada Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

Franc Tumanggor adalah kader Golkar yang baru berusia 35 tahun.

“Ini menjadi bukti jika Golkar memberikan kepercayaan besar dan kesempatan seluas-luasnya kepada kader muda untuk maju menjadi pemimpin daerah,” kata Maman.

Iamengatakan, Airlangga merupakan sosok pemimpin partai yang berani mengambil risiko.

Namun, dengan perhitungan politik yang tepat atau scientific politics, sehingga hasilnya optimal seperti yang sudah dikalkulasikannya. (gir/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler