Golkar dan PKS Merasa Tak Melanggar Kontrak Politik

Selasa, 01 Maret 2011 – 20:27 WIB

JAKARTA - Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso mengatakan pihaknya menghormati pernyataan Ketua Koalisi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap kondisi politik terkiniMeski SBY menyinggung terhadap sikap parai koalisi yang sering berseberangan dengan pemerintah, tapi Priyo merasa bahwa pidato SBY sore tadi tidak ditujukan kepada Golkar.

"Kami merasa pidato tersebut bukan ditujukan untuk Golkar sebab Golkar dari awal sudah berkomitmen mengawal pemerintahan SBY-Boediono hingga 2014

BACA JUGA: Pengiriman TKI ke Libya dan Mesir Dihentikan Sementara

Karena itu angket pajak yang kami usung justru dalam koridor penguatan pemerintahan dalam memberantas mafia pajak dan memperbaiki kinerja aparatur pajak yang cenderung koruptif kolutif,” kata Priyo, di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Selasa (2/1).

Hal-hal lain seperti reshuffle, lanjut Priyo, Golkar sepenuhnya tidak ingin menanggapinya sebab Golkar sadar betul bahwa reshuffle itu adalah wewenang penuh seorang presiden.

Namun sebagai sesama koalisi, Priyo menyarankan alangkah baiknya kalau rencana itu terlebih dahulu dibicarakan dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie


Sementara itu, Sekjen DPP PKS Anis Matta, mengatakan partainya masih menunggu evaluasi koalisi oleh SBY

BACA JUGA: SBY Dituding Langgar Sapta Marga

"Sikap PKS dan Golkar jelas kita menunggu hasil evaluasi keputusannya apa, kita serahkan kepada Presiden SBY
Beliau baru akan mau evaluasi," kata Anis.

Buat PKS, tidak masalah jika kadernya di reshuffle dan PKS dikeluarkan dari koalisi

BACA JUGA: Aset Century USD 155,9 Juta Dipatikan Masuk Negara

PKS pun tidak pernah merasa pernah melanggar kontrak politik“Kami tidak pernah melanggar kontrak politikAngket Century dan angket pajak, itu bagian dari konsistensi kami untuk mewujudkan pemerintah yang baik,” pungkasnya(fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tifatul Bantah Dipanggil ke Cikeas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler