Golkar Sudah Putuskan Bagi Kader yang Mendua

Sabtu, 13 Agustus 2011 – 12:44 WIB

JAKARTA - Ketua Umum partai Golkar  Aburizal Bakrie mengaku telah memberikan keputusan terhadap kadernya yang masih mendua di ormas Nasional Demokrat (NasDem)Sanksi pada kader Golkar yang mendua-pun bakal segera diberlakukan

BACA JUGA: Demokrat Tak Mau Anas jadi Pesakitan

Namun bagi yang kembali dan konsiten, akan diberikan penghargaan.

"Sudah saya berikan keputusan, silakan tanya pada bawahan saya," kata Aburizal Bakrie usai menerima penghargaan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 12 Agustus 2011.

Sebelumnya, Golkar memberikan tenggat waktu kepada kadernya yang masih mendua di NasDem
Golkar mengancam akan memecat kadernya yang masih mendua

BACA JUGA: Refly Harun: Elit Cenderung Jadi Sumber Konflik Pemilukada

Bahkan Partai belambang Beringin ini akan menuntut kadernya yang masih gamang itu untuk memilih
Tetap di Golkar, atau menyeberang sepenuhnya ke Ormas NasDem yang dikait-kaitkan dengan Partai NasDem itu.

Namun, Ical -sapaan Aburizal- tidak mau menjelaskan keputusannya terhadap kadernya yang dianggap menyeberang itu

BACA JUGA: PKS Menunggu Demokrat

Karena, bagi Ical, masalah penjatuhan sanksi hanyalah hal teknis saja"Itu masalah kecil, silakan tanya di bawah saya," kata dia.

Sementara itu, di tingkat pengurus Golkar, Juru Bicara Partai Nurul Arifin mengatakan, sampai hari ini pihaknya masih menunggu respons kader yang main dua kakiSore ini, Golkar akan membahas hal itu“Setelah tanggal 11 ini akan diumumkan berapa orang di mana saja yang kira-kira kembali dan yang tidak kembali," ujar Nurul Arifin, kepada wartawan, kemarin.

Menurut dia, Golkar mulai mengidentifikasi baik di pusat dan daerah, siapa saja yang kembali dan yang tidak kembaliBahkan, kader yang membangkang, bisa jadi bakal menerima sanksi paling keras berupa pemecatan"Karena surat pertama dilayangkan Agustus 2010Kedua, Juli 2011Ini yang terakhir deadlinenya tanggal 11 Agustus, kemarinNamun, kalau kembali kami akan rekonsiliasi, kalau tidak kembali ya ada tindakan DPP," ujarnya.

Nurul mengatakan, sanksi pemecatan terhdap kader itu sudah paling finalDengan pemecatan itu, yang ada di DPR dan DPRD itu otomatis pergantian antar waktu“Jadi kader-kader yang tidak segera pulang ke partai, siap-siap dipecat," katanya.

Dikatakan, surat pertama berisi peringatan agar anggota Golkar tidak masuk ormas Nasional DemokratPeringatan kedua, lebih tegas, Golkar melarang kadernya untuk ikut ormas atau Partai Nasdem"Peringatan ketiga ini, tanggal 11 ini sudah berupa peringatan terakhir, apa isinya, kalau tidak meninggalkan ormas atau partai NasDem, maka akan dipecat dari keanggotaan Partai Golkar," kata Nurul.

Golkar, lanjut Nurul, sudah menyiapkan argumentasi jika ada perlawanan"Setiap partai punya Anggaran Dasar/Anggaran Rumah TanggaKami sudah bahas mendalam, berdasarkan peraturan organisasi (PO) saja mereka sudah melanggar, apalagi AD/ART," pungkasnya.

Bagaimana dengan suara kader-kader yang disebut mendua? Yakni Meutya Hafid, selain terhitung sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Golkar, mantan presenter Metro TV ini juga aktif di organisasi massa NasDem.

Meutya memilih menjawab soal ini melalui akun Twitternya"Sangatlah tak mungkin jika saya menjadi anggota parpol lainSaya paham aturan undang-undang terkait itu," kata Meutya pada salah satu tweetnya.

Meutya menyatakan siap mengikuti aturan internal partaiDia menunggu arahan lebih lanjut dari Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto mengenai ini"Saya rasa baik diselesaikan secara internalKan sudah matang berpolitik, tak perlu ramai-ramai ber-statement di media," katanya(dms)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengeluaran Parpol Harus Dibatasi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler