GORONTALO: Aturan Baru, Telat Sosialisasi

Ikut Picu Buruknya Hasil UN

Rabu, 28 April 2010 – 14:38 WIB
GORONTALO – Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) tentang pelaksanaan Ujian Nasional (unas) yang mengalami revisi beberapa kali menjadi salah satu faktor pemicu tingginya angka ketidaklulusan siswaSelain itu tingkat kesulitan soal pada unas tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Akibat Permen terkait dengan tahapan UN yang terlambat disosialisasikan merupakan satu kendala

BACA JUGA: GORONTALO : Bekali Guru dengan Kompetensi

Termasuk dimajukannya waktu ujian merupakan salah satu kendala yang dihadapi oleh pihak sekolah,” ungkap Kepala Bidang Dikmen Diknas Kabgor Marwan Dalu

Kepala SMA I Telaga Biru Ahmad Sudir yang merupakan sekolah yang terbanyak tidak lulus mengatakan, diakui sebanyak 37 siswa SMA tersebut dinyatakan tidak lulus karena terkendala di satu mata pelajaran Geografi
Menurut Ahmad, memang untuk mata pelajaran tersebut sekolah yang baru untuk pertama kalinya meluluskan siswanya ini hanya memilik satu orang guru Geografi, sementara guru tersebut sementara hamil

BACA JUGA: UN Ulang, Cilegon Optimis, NTT Pesimis

“Otomatis diakui kulitas yang diberikan kepada siswapun tidak maksimal,”ungkap Ahmad
Namun demikian Ahmad mengharapkan kedepannya agar pihak terkait juga perlu memikirkan tentang kualitas dan kebutuhan bagi tenaga guru Geografi yang memang diakui sangat langka saat ini.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Boalemo Abd Waris mengungkapkan, kemungkinan faktor penyebab tejadinya penurunan angka kelulusan ini, salah satunya adalah mengenai tingkat kesukaran soal UN

BACA JUGA: LAHAT: Rayakan Kelulusan, Pesta Ganja

“Kita memang telah menggunakan pedoman standar kompetensi lulusanDan bahkan, persiapan kita sudah maksimalNamun, ternyata sesuai yang kita perhatikan tingkat kesukaran soal yang diterima oleh para peserta malah tiga kali lipat dari soal yang kita jadikan pedoman,” beber Waris.

Selanjutnya, Waris mengatakan, hasil yang dicapai oleh para siswa yang kurang beruntung ini, belum berakhir sampai disini“Hasil ini belum finalMasih ada tahapan UN kedua pada tanggal 10 Mei mendatangKalau pada tahap kedua itu berhasil, para siswa tetap bisa mendapatkan ijazah regularDan itu tidak ada bedanyaNamun, kalau memang gagal lagiTerpaksa harus melewati jalur paket C,” ungkap Waris.(wie/aj/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... NTT: Evaluasi Hasil UN, Gubernur Gandeng Kampus


Redaktur : Auri Jaya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler