Gorontalo Butuh 400 Operator Mesin Pertanian, Gajinya Wow

Sabtu, 22 April 2017 – 16:19 WIB
Ilustrasi sawah. Foto: Radar Tarakan/JPNN

jpnn.com, GORONTALO - Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo membutuhkan banyak tenaga operator untuk mengoperasikan ribuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Hal itu seiring adanya kebijakan pemerintah membentuk Brigade.

BACA JUGA: Industri Pengolahan Hasil Pertanian Cerah

Brigade itu menjadi pengelola bantuan alat dan mesin pertanian dari Kementerian Pertanian (Kementan) agar penggunaannya lebih maksimal.

Menurut Kadis Pertanian Provinsi Gorontalo Mulyadi Mario, saat ini pihaknya membutuhkan sekitar 400 operator untuk menangani prapanen hingga pascapanen. Gaji yang ditawarkan cukup menggiurkan. Setiap satu hektare lahan yang digarap, operator mendapatkan uang Rp 300 ribu.

BACA JUGA: Cara Ini Efektif Meningkatkan Kesejahteraan Petani

Sementara satu alsin dengan satu operator bisa menggarap hingga tiga hektare per hari.

"Kalau mereka bisa garap dua sampai tiga hektare per hari, bisa kantongi Rp 600 sampai 900 ribu. Dan ini bukan hanya di awal musim tanam maupun panen. Karena untuk jagung, nggak ada berhentinya," kata Mulyadi, Sabtu (22/4).

BACA JUGA: Mentan Dorong Kampus Berinovasi di Sektor Pertanian

Dari kebutuhan 400 hingga 500 operator, menurut Mulyadi, pihaknya sudah melatih 250 tenaga.

Mereka nantinya akan diberi sertifikat dan bisa mengoperasikan alsin.

Tingginya tawaran gaji yang diterima membuat banyak buruh tanam berbondong-bondong melamar jadi operator.

Saking banyaknya pelamar, Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo memperketat seleksi.

"Kami sampai kewalahan menerima lamaran masyarakat yang ingin jadi operator tapi kami lihat fisiknya dulu. Mengoperasikan alsin harus orang yang muda, karena dibutuhkan tenaga juga mengoperasikan alsin," ujarnya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Astaga! 890 Hektare Sawah Gagal Tanam Akibat Banjir


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
pertanian  

Terpopuler