Grand Kopo Sempat Diancam Bom

Kamis, 17 Maret 2011 – 10:11 WIB

BANDUNG - Untuk mencegah terulangnya peristiwa meledaknya bom di Utan Kayu, Jajaran Polrestabes Bandung menghimbau kepada masyarakat untuk melapor kepada kepolisian jika menemukan paket yang mencurigakan.

"Jika menemukan paket barang yang mencurigakan segera laporkan kepada kepolisianSelanjutnya biar kami yang memeriksa," ujar Kasubag Humas Polrestabes Bandung, Kompol Endang Sri Wahyu Utami ditemui wartawan di Mapolrestabes Bandung, Rabu (16/3).

Endang menambahkan, jika paket barang yang mencurigakan tersebut tidak jelas pengirimnya, maka sebaiknya jangan diterima.  "Jika paket tersebut tidak jelas siapa pengirimnya, jangan dibuka terlebih dahulu

BACA JUGA: Takut Radiasi, Wagub Babel Tolak PLTN

Nanti, biar dideteksi oleh tim gegana, apakah paket tersebut aman atau tidak
Masyarakat tak perlu khawatir, sebab ada 27 polsek serta pos polisi yang tersebar di wilayah Kota Bandung," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah bom berbentuk paket buku meledak di kantor Sekretariat Utan Kayu yang juga menjadi Kantor Berita Radio (KBR) 68H, Selasa (15/3) sore kemarin

BACA JUGA: Rumah Dinas Kapolda DIJ Diteror Bom

Bom buku tersebut berjudul 'Mereka Harus Dibunuh Karena Dosa-dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin'.

Akibatnya, Tiga polisi dan karyawan KBR 68H terluka akibat ledakan tersebut
Bahkan, Kasatreskrim Jakarta Timur, Kompol Doddy putus lengan kirinya

BACA JUGA: Jadi Plt Gubernur, Gatot Bisa Anulir Mutasi

Sebelumnya, Kota Bandung sempat diganggu isu teror bomPada Selasa (15/3) malam sekitar pukul 20.30 WIB, Hotel Grand Kopo berlantai tiga di Jalan Kopo No163, KecBojongloa Kidul, Kota Bandung, mendapat acaman teror bom.

Seorang resepsionis hotel, Hadna Lukman mengaku ancaman teror bom dilakukan oleh seorang penelepon priaPria tersebut mengaku menyimpan bingkisan bom yang siap meledakSang resepsionis lantas melaporkan hal tersebut ke Polsek Bojongloa Kidul

Tidak berapa lama, petugas kepolisian dan dan Tim Gegana Polda Jabar tiba di lokasi dan langsung menyisir semua sudut dan 34 kamar hotelPenyisiran pun dilakukan terhadap 34 kamar hotel hingga pukul 23.00 WIB

Menurut petugas keamanan hotel Grand Kopo, Nano, 25, menuturkan ancaman tersebut sempat menimbulkan panik sejumlah tamu hotel"Para tamu sempat panikSemua tamu sempat keluar hotelNamun, mereka kembali masuk hotel, setelah dinyatakan aman dari ancaman teror bom," katanya

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Tubagus menyatakan, ancaman teror tesebut adalah palsu.  "Setelah melakukan penyisiran di setiap sudut hotel, petugas tidak menemukan barang atau benda mencurigakan," kata Tubagus kepada wartawan di lokasiIa menduga, penelepon itu adalah orang isengMeski begitu, pihaknya akan tetap menyelidiki dan menangkap pelaku ancaman teror bom.

Sementara itu, Koordinator Komunitas Bandung Plural Regi Kayong Munggaran mengatakan, gangguan terhadap pluralisme sudah pada tingkat praktik kekerasanPasalnya, sasaran teror adalah Ulil Abshar Abdala yang mengusung pluralisme, hak kebebasan beragama, dan hak minoritas.

"Bahasa kekerasan sekarang dipakai untuk mengatasi perbedaanJadi pluralisme bukan lagi dalam ancaman, tetapi sudah ditindak dengan kekerasan," katanya kepada wartawan.

Namun, ia enggan menyatakan bahwa tujuan pelaku adalah kepada pihak-pihak yang vokal terhadap pluraisme di IndonesiaOleh sebab itu, pihaknya mendesak agar kepolisian segera mencari motif pelaku teror bom.

"Kita di sini bingung semua, awalnya kita berasumsi teror itu sebagai praktik kekerasan terhadap pluralismeTetapi, ternyata paket bom ditujukkan kepada BNN jugaTapi, aparat harus dikritisi, karena banyak kasus teror atau kekerasan  yang hingga kini belum terungkapContohnya, mulai dari kasus Munir, hingga kekerasan di Pandeglang, dan Cikeusik Banten," paparnya.

Menurutnya, jika kasus-kasus tersebut dibiarkan, akan bercampur dengan isu-isu sumir"Ujung-ujungnya malah membentuk tim khusus yang sarat muatan politis dan tak jelas juntrungnya," kata aktivis yang juga penggiat Urbane Community iniRegi juga mengimbau kepada politisi untuk tidak memanfaatkan situasiKarena, kasus ini bisa jadi sekenario politik sebagai pengalihan isu"Makanya, kita lagi cemati indikator teror bom ini, sedang mengarah ke manaSehingga, kita kembali berharap banyak kepada aparat," tandasnya(dhi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rumah Dinas Kapolda Yogya Diteror Bom


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler