Greater Kepri Siap Kebanjiran Turis Tiongkok

Rabu, 05 Oktober 2016 – 12:21 WIB
Foto: batampos.co.id

jpnn.com - TANJUNGPINANG - Tindak lanjut kerja sama Citilink - Wanda Group Tiongkok yang disaksikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya beberapa waktu lalu di Beijing mulai berdetak di Kepulauan Riau.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri memantapkan kerja sama itu dengan membuka akses penerbangan dari Tiongkok langsung ke Bandara Hang Nadim, Batam dan Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang mulai  Desember 2016 nanti.

BACA JUGA: Sudah 4 Hari Ribuan Warga Kesulitan Air Bersih

"Terbukanya akses internasional ini nanti akan memberikan kemudahan masuknya wisman (wisatawan mancanegara, red) ke Kepri," ujar Ketua Apindo, Cahaya usai bertemu Gubernur Kepri Nurdin Basirun di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (3/10).

Cahaya menambahkan, bandara yang akan digunakan untuk masuknya wisman-wisman asal Tiongkok itu nanti adalah Bandara Hang Nadim, Batam dan Bandara Internasional RHF, Tanjungpinang.  Wanda Group dikenal sebaadalah perusahaan properti yang juga memiliki tour and travel besar di Tiongkok.  "Mereka sudah komitmen untuk mendatangkan 500 wisman setiap harinya," jelas Cahaya.

BACA JUGA: Polisi Razia Narkoba di Pelabuhan Lobar, Hasilnya?

Lebih lanjut Cahaya mengatakan, untuk melaksanakan kerja sama itu  perlu dukungan pemerintah daerah. Daerah-daerah yang menjadi destinasi andalan adalah Batam, Bintan, dan Karimun.

Sedangkan wisman selama ini masuk Kepri melalui  Singapura. "Ini adalah kesempatan untuk menarik wisman datang ke Kepri," katanya.

BACA JUGA: Jasad Perempuan 45 Tahun Ditemukan Membusuk

"Dari Hang Nadim, Batam akan melayani penerbangan umum ke Tiongkok. Sedangkan Bandara Internasional RHF, hanya melayani penerbangan wisata. Yakni pesawat carter langsung dari Tiongkok," ujar Cahaya menambahkan.

General Manager (GM) Wanda Group, Xie Hong mengatakan, kerja sama dengan Apindo Kepri merupakan tindak lanjut atas permintaan Kementerian Pariwisata saat berkunjung ke perusahaan properti raksasa Tiongkok itu beberapa waktu lalu. Ditegaskannya, ada 24 Kota di Tiongkok yang sudah siap bekerja sama.

"Kita sudah komitmen dan bekerja sama dengan Citilink sebagai armada transportasi untuk kerjsama ini nanti," ujar Xie Hong.

Sementara Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyambut baik kerja sama itu. Ditegaskannya, perlu dilakukan proteksi terkait persaingan bisnis. Untuk mendukung kerja sama itu, tentunya perlu dilakukan pembangunan-pembangunan pariwisata di daerah.

"Banyak potensi wisata di Kepri yang belum diketahui. Tentu ini menjadi kesempatan bagi kita untuk membangkitkan pariwisata kepri," ujar Nurdin.

Masuknya wisman Tiongkok via Great Kepri menjadi generator kedua setelah sebelumnya Lion Group membuat hub tourism di Manado. Kini, Manado sudah mulai dibanjiri wisman dari 6 secondary city di China.

Sedangkan di Batam-Bintan, Citilink yang dikenal sebagai low cost carrier (LCC) akan mengangkut wisman asal Tiongkok. "Masih ada waktu bagi kami bersama industri untuk menyusun persiapan menghadapi banjir wisman Tiongkok itu," kata Guntur Sakti, Kepala Dinas Pariwisata Kepri.

Apa saja yang harus dipersiapkan? Guntur menyebut rumus 3A yang selalu disuarakan Menpar Arief Yahya. Yakni atraksi, akses dan amenitas.

Turis Tiongkok dikenal menyukai pantai, kuliner dan belanja. Tiga hal itulah yang sedang dipersiapkan agar turis menemukan "Wonderful Indonesia" dan menjadi perbincangan viral di Tiongkok.

"Soal bahari, jangan khawatir, Kepri ini banyak site yang keren! Soal kuliner apalagi. Seafood Kepri pas dengan seleranya masakan oriental. Jadi soal atraksi, kami akan siapkan bersama industri," ungkapnya.

Soal akses, kata dia, sudah ada Citilink yang full support dan sudah langsung bekerja sama dengan Wanda Group. Nah, soal amenitas, dengan kapasitas 500 wisman Tiongkok per hari akan terus dihitung.  "Rasanya, Kepri sangat siap," sebut Guntur dengan penuh percaya diri.

Wanda Hubei termasuk nama besar di Tiongkok. Menpar Arief Yahya sudah berkunjung dan memberikan presentasi ke Wanda Hubei di Wanda Plaza Beijing.

"Itu adalah perusahaan berbasis properti terbesar di Tiongkok. Perusahaannya konsisten membangun mal, hotel, apartment, commercial building, kawasan pariwisata, entertainment dan juga punya perusahaan financial serta tourism investmen," ujar Arief Yahya yang juga mantan Dirut PT Telkom itu.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kegantengan, Akhirnya Jadi Serbasalah di Mata Istri


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler