Gubernur Aher Datangi Bareskrim Mabes Polri, Ada Apa?

Kamis, 28 Januari 2016 – 10:37 WIB
Stadion Gedebage/ dok Jawa Pos

jpnn.com - JAKARTA- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan akhirnya menyambangi Bareskrim Mabes Polri, Kamis, (28/1) pagi. Dia meminta kepada Bareskrim agar proye‎k pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api di Gede Bage, Bandung, dilanjutkan karena akan dipakai untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) pada September 2016 mendatang.

Alasan Gubernur, proyek tersebut dihentikan lantaran polisi masih menyidik kasus dugaan korupsi di stadion terbesar di Jawa Barat tersebut. 

BACA JUGA: Krisis Listrik, Gubernur Surati Presiden Jokowi

Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim, Kombes Pol Erwanto Kurniadi mengatakan, pihaknya sudah berdiskusi untuk mengabulkan permintaan dari pria yang akrab disapa Aher itu "Mau diskusi untuk melanjutkan pembangunan Stadion Gede Bage," kata Erwanto ketika dikonfirmasi, Kamis (28/1)

Erwanto mengatakan, masih melakukan koordinasi dengan tim penyidik yang menangani kasus tersebut. Kendati demikian, jika proses pembangunan dilanjutkan, tentu pihaknya akan terus melangsungkan kasus dugaan korupsi tersebut.

BACA JUGA: Sisir Sisa Eks Gafatar di Kalbar

Patut diketahui, polisi sudah menetapkan satu tersangka, Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Kota Bandung Yaya Ahmad. "Kasusnya masih berjalan dan kerugian negara masih dihitung," jelasnya.

Proyek pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api dianggarkan pada tahun 2009-2014 dengan nilai Rp. 545 miliar.

BACA JUGA: Niat Besuk Pujaan Hati, Wanita Ini Dijeblosin ke Penjara

Stadion tersebut bertaraf internasional dan berada di Desa Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung.

Namun nahas, akibat adanya penyimpangan anggran, stadion bertaraf internasional itu ambruk sedalam 75 centimeter. Selain itu, banyak cacat fisik pada interior bangungan seperti dinding-dinding yang retak. (Mg4/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Asyik Pesta Sabu, Oknum Perwira Polisi Ditangkap


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler