Gubernur Anies Sebut Operasi Yustisi Hanya Menyasar Kalangan Bawah, Tidak Fair!

Kamis, 30 Mei 2019 – 16:02 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan pada peluncuran Jak Lingko di Balai Kota DKI, 8 Oktober 2018. Foto: Transjakarta

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ternyata keberatan dengan operasi yustisi yang rutin digelar pemprov setiap habis Idulfitri. Menurutnya, razia administrasi kependudukan itu tidak adil karena hanya menyasar kalangan bawah.

Padahal, lanjut Anies, yang datang ke Jakarta juga ada yang dari kalangan tengah dan atas.

BACA JUGA: GT Cikampek Mulai Padat, H-7 Lebaran 57.405 Kendaraan Meninggalkan Jakarta

"Hampir pasti yang di atas tidak tertangkap dalam operasi-operasi yustisia. Yang (operasi) itu diselenggarakan oleh siapa? Oleh kita sendiri," kata saat melepas warga yang mengikuti program Jakarta Mudik Bareng, di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (30/5)

Atas dasar itu, Anies memutuskan tahun ini tidak ada operasi yustisi. Sebagai gantinya akan digelar pelayanan jasa kependudukan.

BACA JUGA: PNS DKI Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas

"Mulai tahun ini, tidak ada lagi istilah operasi. Yang ada adalah pelayanan jasa kependudukan untuk mereka-mereka yang bekerja di Jakarta," tutur dia.

BACA JUGA: Ace Hasan Tuding Anies Baswedan Sedang Tebar Pesona

BACA JUGA: Panen Kritik, Anies Pilih Biasa-Biasa Saja

Mengenai mudik, Anies berpesan agar warga Jakarta pulang ke kampung halaman dengan selamat. Berkat kedatangan mereka, perekonomiannya bergerak.

"Berkat kedatangan mereka, kesejahteraan kita meningkat. Berkat mereka, Jakarta pendapatan pajaknya meningkat. Karena itu, kita kembalikan pendapatan pajak itu kepada mereka dalam bentuk fasilitas kendaraan pulang mudik," kata Anies.

Untuk warga yang akan kembali ke Jakarta dan membawa sanak saudara, Anies berpesan agar membawa surat-surat kependudukan yang lengkap. Kalau bisa, memiliki kepesertaan BPJS. Sehingga kalau di Jakarta ada masalah kesehatan, mudah tercover.

"Ketiga, bawa keterampilan, bawa pengalaman, bawa kemampuan, sehingga di Jakarta ikut menggerakkan perekonomian di Ibu kota. Dengan cara begitu, maka datang ke Jakarta, ikut berkontribusi kehidupan perekonomian di tempat kita," katanya. (USU/rmco)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Sebut Ada 74 Titik Rawan Macet di Sumut Saat Musim Mudik Lebaran


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler