Gubernur : ISIS Menurunkan Minat Investor

Selasa, 26 Agustus 2014 – 08:10 WIB

jpnn.com - BANDA ACEH -  Dalam pertemuan Gubernur Aceh Zaini Abdullah, dengan  Duta Besar (Dubes) RI untuk Singapura, Anil Kumar Nayar, Senin (25/8), di Banda Aceh, terungkap jika adanya gangguan lokal seperti TRA dan ISIS dianggap bisa menurunkan minat investor.

 

"Ini harus kita redam, jangan sampai mencuat keluar sehingga dianggap Aceh tak aman," jelas Doto Zaini didampingi Wali Nanggroe Malik Mahmud.

BACA JUGA: Pastikan Formasi Guru Paling Banyak

Selain itu, Doto juga mengaku ada beberapa hal penting juga yang belum terlaksana di Aceh terkait regulasi oleh Pemerintah Indonesia. "Kita harapkan kepada Presiden SBY agar turunan UUPA dapat direalisasikan agar Aceh bisa melakukan kerjasama dengan negara lain,"ungkapnya.

BACA JUGA: Warga Terpaksa Beli Pertamax

Gubernur juga sangat berterimakasih atas kunjungan ini. Doto berharap ada kerjasama yang baik antara ke dua belah pihak.

"Kami sedang berkembang, maka kita harapkan Singapura mau membawa investor ke Aceh khususnya bidang industri," ujar Doto Zaini.

BACA JUGA: Kota Tasik Tunggu Penetapan Formasi CPNS

Sementara Duta Besar (Dubes) RI untuk Singapura, Anil Kumar Nayar juga mengaku kalau persoalan keamanan di Aceh masih menjadi kendala bagi investor untuk menanamkan modalnya.
 
"Ya keamanan menjadi prioritas, meskipun sekarang sudah kondusif," ujar Anil didampingi Konsul Mark Low, Atase Militer Kolonel Lee Yi-Jin dan Sekretaris Dubes Nisla Anne Singh.
 
Kedatangan Anil Kumar Nayar tersebut adalah dalam rangka silaturrahmi dan penjajakan program investasi Aceh-Singapura. Rencananya, tidak hanya bidang ekonomi, tetapi juga dalam beberapa bidang seperti pelabuhan.
 
Pihak pemerintah Singapura sangat mendorong pihak swasta. Namun, tetap melihat beberapa keunggulan dan nilai tambah ke dua belah pihak.
 
Selain itu, Gubernur melalui Kepala Biro Pemerintah Aceh, Kamaruddin mengharapkan adanya pelatihan dalam e-goverment - di Singapura.
 
Menurutnya, semua layanan menggunakan sistem elektronik (one stop) service. "Penerapan ini sudah lama dan menjadi prioritas dalam pelayanan di Singapura, maka kita bisa adopsi soal ini," kata Kamaruddin.
 
"Kalau sekarang 30 menit selesai surat menyurat (perizinan). Dulu kami melayani surat menyurat, 1 jam, tetapi sekarang dipercepat lagi," jelas Anil Kumar. (imr)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perkuat Alat Bukti, Penyidik Segera Umumkan Nama Tersangka


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler