Gubernur Kalbar: Siapa Benar, Mari Kita Buktikan!

Kamis, 18 Mei 2017 – 05:59 WIB
Foto bersama para tokoh Kalbar usai Deklarasi Perdamaian di depan Mapolda Kalbar, Rabu (17/5) siang. Foto: IMAN SANTOSA/Rakyat Kalbar/JPNN.com

jpnn.com, PONTIANAK - Tokoh masyarakat dan Ormas di Kalimantan Barat berkumpul di markas Polda Kalbar, jalan Ahmad Yani Pontianak, Rabu (17/5), untuk menyampaikan deklarasi damai.

Sejumlah tokoh hadir, selain Kapolda Brigjen Erwin Triwanto beserta jajarannya yang menjadi tuan rumah, di antaranya Pangdam Tanjungpura Mayjen Andika Perkasa, Gubernur Kalbar Cornelis, Ketua DPRD Kalbar M. Kebing, Wakil Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang juga terlihat.

BACA JUGA: Gubernur Cornelis Lapor Polisi, Ada Apa?

Beberapa perwakilan ormas yang mencanangkan akan menggelar aksi pada 20 Mei mendatang pun tampak. Seperti Persatuan Orang Melayu (POM) Kalbar, Laskar Pembela Islam (LPI), dan Laskar Pemuda Melayu (LPM).

Sekitar tengah hari, gubernur akhirnya tiba di markas Polda Kalbar. Acarapun dimulai dengan sambutan dari Kapolda yang berterima kasih kepada semua pihak yang hadir. “Padahal undangannya ini kita kirimkan baru kemarin (16/5),” tukas Erwin Triwanto.

BACA JUGA: Ini Dia 5 Poin Deklarasi Damai Pilkada DKI 2017

Dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi yang dilakukan oleh semua perwakilan Ormas. Pembacaan deklarasi sendiri dilakukan oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalbar, Wajidi Sayadi.

Setelah itu, sejumlah pembesar menyampaikan pandangan masing-masing terkait kedamaian Kalbar.

BACA JUGA: Menteri Agama Disuguhi Arak, Lucu.. Woles.. Berkesan..

Dalam sambutannya, Wakil Ketua MPR Oesman Sapta mengingatkan betapa pentingnya persatuan dan toleransi.

““Ada ayat Alquran yang mengatakan, ya Allah ya Tuhanku, limpahkan lah kesabaran kepada diriku. Juga begitu di agama-agama lain, selalu mengajarkan yang menyejukkan,” imbuh dia.

OSO menegaskan, di Kalbar ini Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah final. "Tidak ada kekuatan apapun di Kalbar ini, kekuatan yang ada adalah persatuan," tuturnya.

Ia berharap deklarasi yang sudah disepakati dan disaksikan TNI-Polri itu benar-benar dilaksanakan dengan penuh kesadaran alias berkomitmen.

"Ingat, keamanan itu penuh kesabaran, selama ini. Tapi batas kesabaran itu juga ada, kalau tidak ada kesabaran maka yang jadi korban siapa? Anak bangsa," ucap OSO.

Begitupun Gubernur Cornelis dalam sambutannya. Ia juga menegaskan menginginkan kedamaian di Kalbar.

“Saya sudah membuat perdamaian hampir 10 tahun, 17 kali terjadi konflik di Kalbar, saya selalu hadir,” ungkapnya.

Ia menyebut apa yang terjadi sekarang akibat dari penyalahgunaan teknologi informasi (IT). “Akibat hoaks, kan kita sudah sepakat tandatangan menghentikan itu semua (deklarasi melawan hoaks), ini yang disebarluaskan kepada masyarakat,” keluh Cornelis.

Imbuh gubernur dua periode itu, “Ini penyebabnya, kalau membaca, mendengar secara utuh apa yang saya sampaikan itu (pidato yang jadi viral di media sosial,red), tidak ada saya menyinggung, yang bagus-bagus masa’ saya singgung. Urusan agama tidak saya singgung”.

Dampak dari pidatonya itu, Cornelis memang dibully sejumlah pengguna media sosial. Padahal, menurutnya, substansi pidatonya tidak menyinggung agama lain.

"Saya hanya mengatakan masih banyak ulama di negara ini yang baik, kenapa kita tidak undang. Kenapa kita mengundang (ulama) yang memprovokasi kita," ucapnya.

Selaku kepala daerah, Cornelis menyatakan dirinya wajib mempertahankan Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945. "Kita sudah hidup nyaman, hampir sepuluh tahun memimpin, apa pernah terjadi kerusuhan?" tanya dia.

Ia berpendapat isi pidatonya yang beredar di dunia maya dan kemudian bikin heboh tersebut telah dipotong alias diedit oleh oknum tertentu untuk mengadu domba. Imbasnya, Cornelis yang sedang bersama kontingen Kalbar sempat didemo masyarakat Aceh.

"Akibat dari IT dan hoaks itu. Kita kan sudah sepakat untuk menghentikan itu semua," terangnya.

Untuk menjadi gubernur, Cornelis menyatakan sudah dididik dan dipersiapkan oleh pemerintah. Jadi tidak mungkin akan menghancurkan dan memecah-belah keutuhan negara.

Terkait serangan yang ditujukan kepadanya, juga video pidatonya yang dipotong, dia telah mengambil langkah hukum.

"Saya sudah laporkan persoalan ini kepada penegak hukum, siapa yang benar atau salah mari kita buktikan," tukas Cornelis.

Dia berharap perkara yang dia laporkan bisa dituntaskan kepolisian. "Kita tunggu hasilnya, yang jelas saya sudah di-BAP oleh kepolisian. Mudah-mudahan bisa dibuka semua. Kalau saya yang salah, saya akan bertanggung jawab terhadap apa yang saya lakukan," tekan dia.

Cornelis meminta seluruh masyarakat Kalbar bersaudara dan sama-sama menjaga kedamaian. Hentikan fitnah-memfitnah.

“Stop. Sekarang mari kita berpikir memajukan negeri ini. Kalau kita ribut terus, kapan kita mau bekerja, kapan kita mau maju, kapan kita mampu bersaing,” pungkas Cornelis.

Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Kalbar, Pabali Musa.

Sehari sebelumnya (Selasa, 16/5), gubernur pun telah menyinggung ada orang yang mengedit pidatonya yang kemudian menjadi kontroversi di media sosial akhir-akhir ini.

"Gunakanlah dunia maya untuk hal-hal yang positif. Jangan untuk menghasut, memfitnah, edit pidato orang,” tuturnya saat menghadiri pelantikan pengurus IMI Kalbar di Gedung Pontianak Convention Centre (PCC).

Sambung dia, “Macam ini, saya pidato, jangan diedit, dipotong, jangan. Kalau mau dimuat, muat saja, lengkap. Jangan dipotong-potong. Ini dibilang saya antiulama lah, anti-Islam lah, apa sih gunanya? Apa untungnya buat saya?".

Dia mengibaratkan bahwa semua rakyatnya sama seperti anak-anaknya. "Itu kan semua rakyat saya, warga saya, sama dengan punya anak. Anak ada 10, masak ada anak nomor dua berkelahi dengan nomor empat, terus kita bilang 'hah hantam, bantai, betinju terus nak'. Tidak ada itu. Kalau pemimpin seperti itu sebaiknya tidak usah jadi pemimpin," tegas Cornelis.

Lebih lanjut, ia menyampaikan tidak punya niatan sedikitpun untuk memecah-belah kedamaian yang ada.

"Saya tidak anti-Islam kok, saya antinya ke penjahat karena kita sudah sepakat, saat KTT ASEAN di Manila, kelompok radikal harus ditindak tegas,” paparnya.

Intinya, mantan Bupati Landak ini tidak mau negara diobok-obok. Menurut dia, sepuluh tahun jadi gubernur tidak pernah terjadi konflik di Kalbar.

“Semua saya urus, semua saya bantu, saya tidak diskriminasi, saya tidak rasialis, saya laksanakan tugas saya sesuai dengan janji sumpah jabatan saya selaku gubernur, selaku MADN, DAD," urai Cornelis.

Melalui sumpahnya, dia berkomitmen untuk mempertahankan Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dalam sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Sudah sumpah saya itu, dan saya tidak mengenal menyerah. Dan saya tetap menolak yang ingin merongrong negara ini, saya yang bertanggung jawab," terangnya.

Sementara itu, Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Erwin Triwanto, membenarkan telah melakukan pemeriksaan usai gubernur melaporkan pemilik akun di media sosial yang telah melakukan perbuatan dan perkataan tidak menyenangkan terhadapnya.

"Minggu ini kita lakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. (Laporan) gubernur juga masyarakat, akan kita respon secara profesional," kata dia.

Ia menjelaskan, yang dilaporkan Gubernur Kalbar itu adalah individu, karena mengunggah isi pidatonya ke akun media sosial.

“Bukan Ormas. Kita masih dalam penyelidikan, sekarang saya belum bisa menyampaikan hasil investigasi itu," ucap Erwin. (ima/moh)

BACA ARTIKEL LAINNYA... DPD Berkonflik Internal, Sekjen Minta Anak Buah Netral


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler