Gubernur NTT Berkirim Surat Kepada Anggota DPR RI Ansy Lema, Nih Isinya

Selasa, 24 Maret 2020 – 02:25 WIB
Anggota DPR RI Dapil NTT II Yohanis Fransiskus Lema. Foto: Dokpri for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat berterima kasih kepada Anggota DPR RI Dapil NTT II Yohanis Fransiskus Lema karena telah berhasil memperjuangkan bantuan satu Excavator dan tiga Traktor roda empat untuk pengembangan pertanian lahan kering di NTT.

Ucapan terima kasih kepada politikus muda yang akrab dipanggil Ansy Lema itu disampaikan melalui surat bernomor: BU.004/94/Pertanian/2020.

BACA JUGA: Kementan Beri Bantuan Excavator dan Traktor ke NTT, Begini Respons Politikus PDIP Ansy Lema

“Bersama ini kami mengucapkan terima kasih kepada Sdr. Yohanis Fransiskus Lema SIP, M.Si (Anggota DPR RI Fraksi PDI-P) yang telah mewujudkan aspirasi masyarakat NTT melalui Kementerian Pertanian berupa Traktor Roda Empat 3 (tiga) unit, dan Excavator 1 (satu) unit,” kata Viktor dalam surat bertanggal Maret 2020 tersebut.

BACA JUGA: Politikus PDIP Ansy Lema Menyoroti Persoalan Kemiskinan Petani NTT

Gubernur Viktor menginformasikan bahwa bantuan alat mesin pertanian (alsintan) tersebut akan dipergunakan untuk pembangunan pertanian, terutama untuk pengembangan lahan kering di Provinsi NTT.

“Selanjutnya, peralatan tersebut akan dipergunakan oleh Pemerintah dan Masyarakat untuk Pembangunan Pertanian khususnya Lahan Kering di Provinsi NTT. Demikian atas perhatian Saudara disampaikan limpah terima kasih,” tambah Viktor.

BACA JUGA: Sejauh Mana Efektivitas Menghadapi Lonjakan Covid-19?

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian NTT Yohanes Oktovianus telah menyampaikan perihal ucapan terima kasih tersebut.

"Bapak Gubernur mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Ansy Lema. Beliau secara resmi membuat surat ucapan terima kasih kepada Pak Ansy," ujar Yohanes Oktovianus.

Kerja Sama Bangun Sektor Pertanian NTT

Ansy Lema sangat mengapresiasi ucapan terima kasih Gubernur NTT Viktor Laiskodat. Menurutnya, surat tersebut pertanda simbolis komitmen kuat pemerintah NTT untuk menjalin sinergi-kolaborasi lintas sektoral untuk membangun pertanian lahan kering.

Menruut Ansy, angka kemiskinan di NTT pada September 2019 tercatat 20, 62 persen, yakni sebanyak 1.129,46 ribu orang. Sebanyak 1.020,84 ribu orang tinggal di pedesaan, dan mayoritasnya bekerja sebagai petani di lahan kering.

Selama ini pertanian lahan kering belum digarap secara maksimal sehingga tidak menekan angka kemiskinan petani.

“Saya sangat mengapresiasi ucapan terima kasih yang disampaikan Bapak Gubernur Viktor Laiskodat. NTT saat ini masih dilanda persoalan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Jika dicermati, kemiskinan NTT adalah kemiskinan petani lahan kering. Untuk mengentaskan kemiskinan petani bukan perkara yang ringan, sehingga tidak dapat dikerjakan sendirian. Butuh kerja sama lintas sektoral untuk mengembangkan sektor pertanian,” imbuh Ansy.

Ansy mengaku sangat antusias untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah NTT terkait pertanian, kelautan, perikanan, dan lingkungan hidup yang menjadi bidangnya di Komisi IV DPR RI.

Ia sadar harus bekerja keras menyuarakan aspirasi masyarakat NTT yang telah memilihnya sebagai wakil rakyat.

Adapun ihwal pengadaan alsintan tersebut pertama kali disampaikan Ansy dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (18/11/2019).

Saat itu ia mengusulkan pengadaan alat berat untuk pembukaan lahan kering di NTT. Rakyat perlu mendapatkan bantuan untuk membongkar tanah yang keras, berlapis, berbatu.

Menurut Ansy, pembukaan lahan kering di NTT sangat penting untuk intensifikasi dan ekstensifikasi lahan. Para petani sangat membutuhkan bantuan pembukaan lahan.

Selama ini, menurut Ansy, mereka hanya menggunakan tenaga manual dan alat pertanian konvensional. Akibatnya banyak lahan dibiarkan tidak terurus atau jadi lahan tidur.

“Nah negara harus hadir untuk memberikan bantuan kepada para petani, karena kemiskinan NTT merupakan kemiskinan petani lahan kering," pungkasnya.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler