Gula Aren Punya Banyak Manfaat, Lebih Sehat

Selasa, 22 Maret 2022 – 23:23 WIB
Ngobrol Asyik (Ngobras) Penyuluhan volume 13 dengan tema 'Kurangi Impor Gula', Selasa (22/3). Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Tanaman aren memiliki fungsi produksi yang menghasilkan berbagai komoditas agrobisnis produk pangan dan nonpangan, serta untuk keperluan konsumen dalam negeri serta ekspor.

Hasil dari olahan nira menjadi gula aren dapat dijadikan bahan makanan dan minuman yang sehat.

BACA JUGA: Begini Caranya Mengurangi Ketergantungan Impor Gula Pasir

Selain itu, tanaman aren juga berfungsi sebagai konsevasi hutan dan lahan yang dapat dihunakan untuk pengendalian tata air tanah dan mencegah terjadinya erosi. Sekaligus bermanfaat untuk menghentikan impor gula.

"Sebenarnya, jangan terlalu banyak mengandalkan gula tebu. Jadikan peluang untuk mengembangkan gula kelapa. Pohon kelapa kita, kan, banyak tersebar," kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

BACA JUGA: AKBP Beni Mutahir Ditembak Mati, Siapa Pelakunya? Kombes Nur Santiko Sebut

Dijelaskannya, program percepatan swasembada gula konsumsi tahun 2023, di antaranya melakukan ekstensifikasi berupa penambahan areal baru sejumlah 50 ribu hektare, yang diharapkan ada peningkatan gula konsumsi sejumlah 359 ribu ton GKP.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nusyamsi sejalan dengan hal itu.

Dedi mengatakan untuk beralih ke gula kelapa atau gula aren menggantikan gula pasir karena lebih sehat.

“Kurangi impor gula, beralih ke gula aren dan kelapa yang memiliki potensi luar biasa dan juga lebih sehat,” ujarnya saat agenda Ngobrol Asyik (Ngobras) Penyuluhan volume 13 dengan tema 'kurangi impor gula', Selasa (22/3), di AOR BPPSDMP, Jakarta.

Duta Petani Milenial Rayndra Syahda mengatakan saat ini peternakannya menggunakan pakan kering dan untuk pakan ternak menggunakan bahan organik.

Selain itu, limbah dikelola menjadi pupuk tanaman pohon kelapa, pisang, pepaya, dan pakan ternak.

Salah satunya gula semut, dinamakan gula semut karena bentuk gula ini mirip rumah semut yang bersarang di tanah.

Bahan dasar untuk membuat gula semut ialah nira dari pohon kelapa atau pohon aren (enau).

“Dibutuhkan komitmen yang tinggi agar bisa terus istikamah di sektor pertanian” ujar Rayndra.

Narasumber lainnya, Netti Tinaprilla, Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi IPB mengatakan saat ini kebutuhan konsumsi dan industri sebanyak 5,8 juta ton dengan produksi 2,18 juta ton, dan defisit 3,62 juta ton.

Karena itu, dia mengajak masyarakat mengurangi penggunaan gula putih.

“Cintailah produk lokal kita, komsumsi, kembangkan, dan bisniskan produk lokal," ujar Netti. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler