Gunung Teraktif Meletus, Langit Eropa Terancam

Senin, 23 Mei 2011 – 06:16 WIB

REYKJAVIK - Penerbangan dan lalu-lintas udara Eropa kembali terancamItu terjadi setelah meletusnya gunung berapi teraktif di Islandia, Grimsvoetn, Sabtu malam lalu (21/5) waktu setempat atau kemarin pagi WIB (22/5)

BACA JUGA: Butuh Jaga Emosi Tetap Stabil

Otoritas setempat langsung memutuskan untuk menutup sementara jalur penerbangan di Islandia.
 
Fenomena alam tersebut terjadi sekitar setahun setelah meletusnya Gunung Eyjafjoell, yang berlokasi tidak jauh dari Grimsvoetn, di wilayah Islandia
Saat itu penyebaran debu vulkanis dari letusan Eyjafjoell mengacaukan lalu lintas penerbangan di seantero benua Eropa

BACA JUGA: Energi di Balik Sukses Suami, Tak Setengah-Setengah Abdikan Diri

Karena itu, muncul kekhawatiran kekacauan penerbangan tersebut bisa terulang.

Kendati begitu, para pakar dan otoritas penerbangan di Eropa memperkirakan bahwa dampak letusan Grimsvoetn bisa jadi tidak akan terlalu parah dan jauh
Paling tidak, dalam 24 jam ke depan (setelah munculnya letusan besar).

"Sejauh ini belum ada dampaknya pada penerbangan di Eropa maupun transatlantik

BACA JUGA: Jadi Sorotan, Korban Pilih Sembunyi

Situasinya diperkirakan tetap aman (bagi penerbangan) hingga 24 jam berikut," kata juru bicara Eurocontrol, organisasi pengawas lalu lintas dan keamanan udara di Eropa, kemarin"Tapi, semua operator pesawat akan terus diberi informasi soal perkembangan situasinya," lanjut lembaga yang bermarkas di Brussels, Belgia, itu

Hingga kemarin, belum ada negara lain di Eropa yang menutup udaranya dari penerbanganDi Belanda, otoritas menyatakan bahwa tidak ada penundaan atau pembatalan penerbangan dari Bandara Schiphol, Amsterdam, ke Kota Keflavik di Islandia hingga pukul 14.00 kemarin (pukul 19.00 WIB)Otoritas penerbangan di Inggris Raya dan Skandinavia juga menyatakan terus mengawasi ketat setiap perkembangan dampak letusan tersebut

Einar Kjartansson, pakar geofisika di Badan Meteorologi Islandia, menuturkan bahwa saat ini terlalu dan sangat dini bicara soal dampak letusan dan debu vulkanis Grimsvoetn"Jika erupsinya berlangsung dalam waktu lama, bisa saja kita akan saksikan dampak yang sama seperti pada letusan Eyjafjoell tahun lalu," ungkapnya

"Untuk sementara ini, wilayah di selatan Islandia boleh jadi belum akan terpengaruhTetapi, kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnyaKami menunggu perubahan cuaca dan angin hingga Selasa nanti (24/5)," paparnya.

Grimsvoetn, gunung api teraktif di Islandia yang berada di pusat sungai es atau gletser Vatnajoekull, mulai meletus pada Sabtu malamLetusan yang cukup dahsyat tersebut mengakibatkan kepulan asap hitam dan tebal disertai debu vulkanis setinggi 20 kilometer di angkasa.

Dalam waktu sekejap, debu menutupi sejumlah desa dan kawasan pertanian di sekitarnya hingga sejauh 400 kmKemarin pagi (22/5) penyebaran debu telah menyebar ke Reykjavik, ibu kota Islandia yang berjarak sekitar 400 km arah barat dari lokasi letusan.

"Semuanya gelap di luar sanaTidak terlihat apapun karena langit tertutup debu vulkanis berwarna hitam pekat  Padahal, seharusnya siang ini (siang kemarin, Red) langit cerah," tutur Bjorgvin Hardarsson, petani di Hunbakkar, Desa Kirkjubaejarklaustur, dekat lokasi letusan

Menyusul letusan dan kepulan debu vulkanis gunung berapi itu, Isavia selaku administrator bandara di Islandia kemarin menghentikan penerbangan dari dan ke bandara di seantero negeri ituBandara utama Keflavik, sekitar 48 km dari  Reykjavik, juga ditutup akibat tebalnya debu vulkanis.

"Penutupan jalur penerbangan itu berlaku di seluruh Islandia hingga sedikitnya beberapa jam mendatang," ujar Hjordis Gudmundsdottir, juru bicara Isavia, kepada Agence France-PresseRute penerbangan ke utara negara pulau di Atlantik Utara tersebut mungkin juga terpengaruhSehari sebelumnya, Isavia menerapkan aturan larangan terbang sejauh hingga 190 km dari Bandara Keflavik.

Saat Grimsvoetn meletus untuk kali terakhir pada 2004, penerbangan transatlantik terpaksa dialihkan lewat selatan IslandiaTetapi, saat itu tidak ada bandara yang ditutup.

Sebaliknya,  ketika Eyjafjoell meletus tahun lalu, muncul awan debu vulkanis sangat tebal dan besarSelanjutnya,  awan debu itu tertiup angina ke selatan dan tenggara EropaErupsi Eyjafjoell saat itu mengakibatkan kekacauan pada lalu lintas udara dan penerbangan terparah di jagat raya sejak Perang Dunia IISituasi tersebut berlangsung selama hampir sebulan(AFP/Rtr/AP/cak/dwi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menhan Tiongkok Tawari Kerjasama Militer


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler