Guru Besar HTN Ini Beri Catatan soal Debat Perdana Capres, Singgung Beban Prabowo

Kamis, 14 Desember 2023 – 07:48 WIB
Diskusi bertajuk 'Tanggapan terhadap Debat Perdana Visi dan Misi Calon Presiden 2024' di Sadjoe Cafe & Resto, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (13/12). Foto: supplied

jpnn.com - Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Brawijaya Muhammad Ali Safaat memberi sejumlah catatan terhadap debat perdana Capres RI di Pilpres 2024 yang digelar KPU pada Selasa (12/12) malam.

Diketahui, KPU menetapkan debat capres tersebut membahas tema hukum, hak asasi manusia (HAM), pemerintahan, pemberantasan korupsi, dan penguatan demokrasi.

BACA JUGA: Prabowo Langsung Mengelap Dahi dan Pipi saat Ditanya Ganjar soal Pelanggaran HAM Berat

Ali menilai secara umum Capres RI nomor urut 2 Prabowo Subianto paling terbebani dengan tema tersebut, terutama terkait HAM.

"Di antara ketiga capres yang paling memiliki beban dalam menjawab pertanyaan ini ialah Pak Prabowo," ujar Ali dalam diskusi bertajuk 'Tanggapan terhadap Debat Perdana Visi dan Misi Calon Presiden 2024' di Sadjoe Cafe & Resto, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (13/12).

BACA JUGA: Gibran Seperti jadi Pemandu Sorak saat Prabowo Diserang Anies

Menurut Ali, dari ketiga paslon, termasuk Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, tidak menyinggung soal pentingnya partisipasi masyarakat dalam penyusunan kebijakan.

Kemudian, tidak ada juga yang menyinggung soal reformasi kepolisian dan kejaksaan. "Padahal, ini isu yang penting karena kita kenal hukum di Indonesia sering kali tumpul ke atas tajam ke bawah," tuturnya.

BACA JUGA: Ganjar Tak Puas dengan Jawaban Prabowo

Terkait independensi peradilan, Ali menilai isu yang disinggung oleh paslon hanya dilakukan untuk memberikan keuntungan elektoral bagi mereka.

"Tidak ada yang membahas strategi untuk meningkatkan independensi peradilan," ucapnya.

Dalam forum itu, Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini menyoroti teknis debat, salah satunya tentang durasi waktu tanya jawab antarcalon.

"Alokasi waktu untuk tanya-jawab antarcalon harus lebih diperbanyak, karena ini merupakan pembelajaran politik yang baik untuk masyarakat," kata Titi.

Selain itu, dia melihat tidak semua tema terjawab dengan baik oleh masing-masing capres, karena keterbatasan waktu yang disediakan untuk menjawab.

"Terkait substansi debat, terjadi inkonsistensi tema debat karena dipengaruhi banyaknya isu yang dibahas dalam 1 putaran debat. Seharusnya debat bisa diperbanyak dan lebih spesifik," tuturnya.(fat/jpnn.com)

Video Terpopuler Hari ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Suara Prabowo Meninggi, Ekpresi Anies Berubah saat Disinggung soal Pencalonan di DKI


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler