Guru Honorer Jakarta Tak Bakal Melupakan Ahok, Peristiwa 2015

Jumat, 25 September 2020 – 14:21 WIB
Koordinator Perkumpulan Hononer K2 Indonesia(PHK2I) DKI Jakarta, Nurbaitih saat wawancara di program Podcast JPNN.com (Foto: Asep Wahyudin/Genpi.co)

jpnn.com, JAKARTA - Pimpinan Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Nurbaitih punya kenangan tidak terlupakan dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Selama menjabat gubernur DKI Jakarta, Ahok dinilai sangat perhatian kepada honorer.

BACA JUGA: Beredar Informasi yang Membuat Honorer K2 Lulus PPPK Kecewa

Dia bahkan mau menerima tenaga honoror untuk sharing dan mengabulkan permohonan mereka.

"Pak Ahok itu orangnya sangat baik, mau mendengarkan keluhan kami dan memberikan kebijakan yang pro honorer," kata Nur, sapaan karib Nurbaitih dalam Podcast JPNN.com di YouTube, Jumat (25/9).

BACA JUGA: Nurbaitih Yakin Nadiem Tuntaskan Masalah Guru Honorer K2 dan Tenaga Kependidikan

Dia lantas mengingat kejadian di 2015. Saat itu Nur bersama guru honorer dan tenaga kependidikan melakukan audiensi dengan Ahok untuk meminta kenaikan gaji.

Pasalnya, di DKI Jakarta seluruh honorer mendapatkan gaji setara upah minimum provinsi (UMP).

BACA JUGA: PA 212 Serukan Semua TV Putar Film G30S/PKI

Kecuali guru honorer dan tenaga kependidikan, gajinya di bawah UMP.

"Saya cemburu dong, masa saya guru dan lulusan S1 gajinya Rp 1 juta. Sedangkan honorer lain sudah UMP. Kami pun minta agar ada peninjauan ulang tentang gaji kami. Alhamdulillah, beliau langsung memberikan memo dan akhirnya 2016 gaji kami naik menjadi Rp 2,7 juta dari sebelumnya Rp 1 juta per bulan," tuturnya.

Perhatikan Ahok tidak berhenti di situ.

Tahun 2017 ketika ada kebijakan merumahkan guru-guru honorer yang belum S1 dan ijazah tidak linear, Nur kembali menghadap Ahok.

Dia mengajukan permintaan agar Anok meninjau ulang kebijakan Kepala Dinas Pendidikan tersebut.

Pertimbangannya banyak guru honorer yang harus menghidupi keluarganya.

Lagi-lagi Ahok mengeluarkan memo untuk mempekerjakan kembali guru honorer yang tadinya sudah dirumahkan.

Bagi Nur, apa yang dilakukan Ahok tidak bisa dia lupakan sampai saat ini.

"Saya dan teman-teman guru honorer tidak akan bisa melupakan jasa beliau. Pak Ahok sangat memerhatikan honorer,"ucapnya.

Kebaikan Ahok ini berbeda dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Walaupun respeknya cepat, Nur mengeluhkan hingga saat ini belum pernah bertemu langsung dengan Anies.

"Kalau sama Pak Ahok kan beberapa kali ya. Sama Pak Anies belum pernah meski saya sudah beberapa kali minta audiensi dengan beliau," terang Nur yang juga Korwil PHK2I DKI Jakarta.

Dia mengaku bersyukur masih ada Wagub DKI Ahmad Riza Patria yang peduli dengan honorer.

Walaupun permintaan audiensi hanya lewat diskusi di Instagram, Ahmad Riza langsung dengan tangan terbuka menerima Nur dan pengurus PHK2I. (esy/jpnn)

VIDEO: Jeritan Honorer K2, Semoga Pak Jokowi Mendengar


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler