Gus Imin Lebih NU ketimbang Mahfud, AMIN Terkuat di Jatim

Jumat, 20 Oktober 2023 – 17:39 WIB
Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar jadi pasangan pertama yang mendaftar ke KPU untuk jadi peserta Pilpres 2024, Kamis (19/10/2024). Foto: dok pribadi for JPNN

jpnn.com, PROBOLINGGO - Penunjukan Mahfud MD sebagai calon wakil presiden mendampingi Ganjar Pranowo tidak akan menggoyahkan dukungan warga Nahdlatul Ulama (NU) kepada pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Sebab, pasangan dengan akronim AMIN ini sudah bergerak menyapa kalangan nadhliyin lebih dahulu dan diyakini mampu mewujudkan aspirasi dan harapan warga NU.

BACA JUGA: Baja AMIN: Dukungan untuk Anies – Muhaimin Memang Luar Biasa

"Kalau suara Jawa Timur akan diperebutkan memang. Tetapi konsolidasi AMIN selama ini lebih awal kepada para kiai, pondok pesantren, dan nahdliyin. Dan AMIN berselawat saya pikir itu slogan yang akan mampu menembus emosional santri. Pilihan-pilihan santri sejak awal sudah terpatri di situ menurut saya," jelas dosen pascasarjana Universitas Nurul Jadid Ahmad Sahidah, Jumat (20/8).

Terlebih, dia menambahkan, jaringan dan hubungan emosional Muhaimin Iskandar dengan NU lebih kuat dibanding Menko Polhukam tersebut.

BACA JUGA: Mak-Mak Anies Mengantar Pasangan AMIN Daftar Pilpres 2024 ke KPU

Apalagi cicit pendiri NU KH Bisri Syansuri itu memimpin partai dengan basis utamanya adalah warga NU.

"Cak Imin tetap kuat. Karena basisnya basis tradisional dan jaringannya partai serta pondok," jelas akademisi yang pernah menjadi dosen di Universitas Utara Malaysia (UUM), yang terletak di Sintok, Kedah ini.

BACA JUGA: Wapres Maruf Amin Ingin Seluruh Pihak Dorong Perluasan Kepesertaan Program Jamsostek

Sementara Mahfud MD selama ini dikenal lebih banyak berkiprah di organisasi dan lembaga yang tidak ada kaitan dengan NU.

Seperti menjadi dosen Universitas Islam Indonesia (UII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), bahkan turut mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN), yang semuanya identik dengan kelompok modernis.

Dia menambahkan Mahfud hanya pernah menjadi Ketua Dewan Kehormatan dan Guru Besar (DKGB) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU).

Itu juga pada akhir-akhir ketika ada keinginan mendorongnya maju pada pilpres periode sebelumnya.

"Itu (menjadi pengurus ISNU) lebih kepada ikhtiar saja menurut saya. Jadi rekam jejaknya tidak dekat kalau mau membidik suara nahdliyin.

Secara emosional kurang menurut saya dibanding Cak Imin," ucap penulis buku God, Man, and Nature dan Kehendak Berkuasa dan Kritik Filsafat ini.

Ia mengatakan, yang bisa diharapkan Mahfud MD adalah suara dari warga Madura. Dia memiliki ikatan emosional dengan orang Madura karena berasal dari pulau garam tersebut.

“Tapi, itu juga tidak ada jaminan," jelas intelektual yang juga warga Madura ini.

Karena itu pula dia menampik suara pasangan AMIN jeblok di Jawa Timur, seperti temuan sejumlah lembaga survei. Dia meragukan hasil sigi tersebut.

"Survei itu kan ada dua ya. Survei yang diinginkan oleh pemesan. Dan survei yang angka sesungguhnya sengaja disimpan karena terkait strategi politik," paparnya.

Sementara di permukaan sendiri yang bisa disaksikan semua orang, imbuhnya, dukungan kepada pasangan dari Koalisi Perubahan ini sangat masif.

Masyarakat antusias menyambut Anies dan Muhaimin ketika kunjungan atau menggelar kegiatan di Jawa Timur.

"Jadi tidak bisa disembunyikan lagi bahwa ada gelegak perubahan yang sebenarnya diinginkan masyarakat. Karena memang kalau ingin perubahan, ingin ada corak kepemimpinan baru, ya harus AMIN menurut saya," tandasnya. (jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : JPNN.com

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler