Gus Jazil: Santri Punya Trah Menjadi Pemimpin

Sabtu, 18 September 2021 – 22:40 WIB
Pemotongan tumpeng sebagai syukuran atas terbitnya Perpres Pendanaan Pesantren. Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, CIREBON - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menyampaikan, dengan terbitnya Perpres 82/2021, kini para santri maupun pesantren memiliki peluang yang lebih luas untuk mengembangkan diri dan bersaing dalam menapaki tantangan global.

”Dulu pondok pesantren dianaktirikan. Lulusan-lulusan pesantren sulit untuk menempuh jenjang pendidikan di luar negeri karena subsidi dan support pemerintah kurang, tapi dengan Perpres tersebut peluang sangat terbuka," kata Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid.

BACA JUGA: Perpres Pendanaan Pesantren Terbit, Gus Yaqut: Terima Kasih, Presiden Jokowi

Gus Jazil juga menyemangati para santri saat melakukan dialog kebangsaan di Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, Kamis (16/9) maupun sosialisasi 4 Pilar di Pondok Pesantren Ulumuddin, Susukan, Cirebon di hari yang sama.

"Satri punya hak menjadi pemimpin," kata Gus Jazul.

BACA JUGA: Achmad Baidowi, Perpres Pendanaan Pesantren Menjadi Kado Hari Santri

Dia menyampaikan, santri memiliki trah kepemimpinan.

Dibuktikan dengan andil besar para santri memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

BACA JUGA: Fraksi PKB: Perpers Dana Abadi Pesantren Bisa Jadi Kado Indah Hari Santri

”Indonesia lahir itu nggak turun dari langit seperti hujan. Andil terbesarnya adalah para santri, ulama. Dulu itu tidak diakui, Alhamdulillah 2015 diakui ada Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober,” urainya.

Pemilihan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober karena tanggal itu bersamaan dengan momentum Resolusi Jihad di Surabaya.

Saat itu para ulama, khusus KH Hasyim Asyari mengeluarkan fatwa wajib hukumnya kaum muslim laki-laki dewasa dalam radius 94 km untuk berjuang melawan penjajah.
Tak hanya itu, kata Gus Jazil, santri juga memiliki trah keilmuan, utamanya ilmu agama.

SYUKURAN TERBITNYA PERPRES

Sebagai syukur atas terbitnya Perpres Pendanaan Pesantren yang di dalamnya juga mengatur dana abadi pesantren, jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB bersama para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Bina Insan Mulia di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat menggelar acara tasyakuran.

Acara tasyakuran serupa juga digelar di Kantor DPC PKB Kabupaten Cirebon yang diikuti ribuan santri.

Tasyakuran ditandai dengan pemotongan tumpeng nasi kuning tersebut juga dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia KH Imam Jazuli.

Selain itu juga hadir politisi PKB, seperti Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, Anggota Komisi VIII DPR KH Maman Imanulhaq, Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon Hasan Bashori, Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Barat Muhamad Shidqon, dan sejumlah politikus PKB lainnya. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Tim Redaksi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler