Gus Yaqut: Lepas Ego Politik Jangka Pendek, Saatnya Rekonsiliasi

Kamis, 23 Mei 2019 – 05:59 WIB
Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas. Foto: Istimewa for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan demonstrasi yang dilakukan di Jakarta pada 21-2 Mei 2019.

Menurut pria yang karib disapa Gus Yaqut tersebut, demonstrasi itu sudah melenceng dari kepentingan Pemilu 2019.

BACA JUGA: Laode Ida: Pak Jokowi, Tolong Jangan Pakai Wiranto Lagi

Yaqut berharap Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin yang baru diumumkan sebagai pemenang Pilpres 2019 berdasarkan situng KPU segera melakukan langkah-langkah aktif dalam rangka rekonsiliasi bangsa.

BACA JUGA: Sampah 'Sisa Pertempuran' Berserakan di Sepanjang Jalan MH Thamrin

BACA JUGA: Sampah Sisa Pertempuran Berserakan di Sepanjang Jalan MH Thamrin

Menurutnya, rekonsiliasi penting karena telah terjadi kerenggangan atau polarisasi di tingkat elite maupun di tengah masyarakat.

“Saatnya kita melepaskan ego-ego politik jangka pendek. Semua harus berpikir positif ke depan untuk kemajuan dan persatuan bangsa,” kata Gus Yaqut pada peringatan Nuzululquran di kantor Pimpinan Pusat GP Ansor di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (22/5).

BACA JUGA: Didekati Pasukan TNI, Massa Demo 22 Mei di Petamburan Langsung Ciut

Acara itu juga dihadiri Sekjen Abdul Rochman, Ketua Umum DPP KNPI Noer Fajrieansyah dan Sekjen Addin Jauharuddin, Sekjen MPN Pemuda Pancasila Arif Rahman, sertaSekjen GEMABUDHI Karsono.

Ada juga Sekjen Pemuda Katholik Christoper Nugroha, Sekjen DPP GAMKI GAMKI Putu, perwakilan Pemuda Muhammadiyah, dan Ketua Umum Generasi Muda Mathla’ul Anwar Ahmad Nawawi.

Sekjen DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Addin Jauharudin mengatakan, ketegangan yang terjadi setelah pemilu harus segera diakhiri.

“Organiaasi-organisasi pemuda siap menginisiasi pertemuan antara Jokowi dan Prabowo demi bisa meredakan situasi. Ini semacam rekonsiliasi,” terang Addin.

Dia mengakui bukan hal yang mudah untuk mewujudkan pertemuan tersebut. Namun, Addin optimistis rekonsiliasi dapat dilakukan jika ada niat sungguh-sungguh dan keterbukaan.

Untuk merealisasikan komitmen tersebut, pihaknya terlebih dahulu akan bertemu dengan tokoh-tokoh pemuda yang ada di masing-masing parpol.

“Parpol juga harus turut mendinginkan situasi ini,” terang mantan Ketua Umum PB PMII ini.

KNPI juga menilai aksi yang digelar sekelompok masyarakat di sekitar kantor Bawaslu pada Rabu (22/5) sudah tidak murni soal politik.

“Terlalu banyak kepentingan di jalan hari ini. Kami mendukung penuh aparat mengambil langkah-langkah hukum. Kalau ada provokasi atas nama agama atau jihad, itu sudah melenceng,” tegasnya.

Dorongan serupa juga disampaikan Ketua Umum Generasi Muda Mathla’ul Anwar Ahmad Nawawi dan Sekjen Pemuda Pancasila Arif Rahman.

Menurut Nawawi, pertemuan para tokoh bangsa atau stakeholder harus segera duduk bersama. Selain itu, semua pihak harus legawa untuk menerima hasil Pemilu.

“Ini sudah ada tujuan tidak baik yakni membuat negara kacau (chaos). Ini harus ditindak tegas. Penutupan media sosial sangat baik untuk meminimalisasi kekacauan,” terangnya. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pak Prabowo Minta Massa Aksi 22 Mei Beristirahat


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler