Habib Rizieq Berpidato, Mengajukan Syarat, Menyebut Nama Sejumlah Tokoh

Kamis, 12 November 2020 – 17:56 WIB
Habib Rizieq. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab akhirnya bicara secara terbuka di depan massa pendukungnya.

Habib Rizieq berpidato di Markas Syariah Petamburan yang disiarkan melalui channel Front TV di YouTube, Kamis (12/11).

BACA JUGA: Soal Habib Rizieq, Moeldoko: Mereka Sendiri yang Mengganggu

Pada kesempatan itu, Habib Rizieq menyatakan bahwa pihaknya membuka pintu rekonsiliasi terhadap pemerintah.

Namun syaratnya ialah pemerintah membebaskan lebih dahulu pihak-pihak yang dikriminalisasi seperti ulama, aktivis, buruh, mahasiswa dan pelajar.

BACA JUGA: Anies dan Amien Menemui Habib Rizieq, Komentar Ruhut Manis Sekali

Jika syarat itu dipenuhi pemerintah, Rizieq mau melakukan dialog untuk membahas rekonsiliasi.

"Solusi terbaik untuk umat, bangsa dan negara, untuk pejabat dan rakyat buka pintu dialog. Jadi kalau ada perbedaan pendapat, bukan main tangkap. Kalau berbeda pendapat bukan orang ditersangkakan, kalau beda pendapat bukan orang dipenjarakan. Tetapi berbeda pendapat duduk bersama, ayo dialog, adu argumentasi," kata Habib Rizieq.

BACA JUGA: Saat Sedang Bermain Anak-anak Menemukan Kardus, Dibuka Langsung Geger

Habib Rizieq menjelaskan, mana mungkin rekonsiliasi terjadi apabila pemerintah tidak membuka pintu dialog dengah pihaknya.

Menurut Rizieq, dialog itu penting daripada penguasa main tangkap terhadap pihak-pihak yang berbeda pendapat.

"Kalau ada perbedaan pendapat, pemerintah itu harusnya senang, mereka diberikan second opinion. Para pengkritik ini umumnya mereka punya solusi yang mereka tawarkan, pelajari. Lalu solusi itu ketika baik, terima. Kalau tidak baik, sampaikan, di mana tidak baiknya. Selesai. Tidak perlu ada kegaduhan di tingkat nasional," jelas dia.

Habib Rizieq sendiri sudah sering menyampaikan kepada penguasa untuk melakukan dialog di Masjid Istiqlal, tepatnya sebelum Pilkada DKI 2017.

Habib Rizieq mengaku dirinya sudah terbuka tinggal pemerintah menunjuk tempat pertemuan saja.

"Tetapi yang kita (Habib Rizieq, red) dapatkan bukan pintu dialog dibuka, bukan rekonsiliasi, justru yang kita dapatkan kriminalisasi ulama," jelas dia.

Oleh karena itu, Rizieq menawarkan kepada pemerintah apabila menginginkan rekonsiliasi saat ini, maka yang utama dilakukan ialah menyetop kriminalisasi ulama dan aktivis.

Menurut Habib Rizieq, jika itu dilakukanpemerintah, maka merupakan niat baik untuk duduk bersama.

"Bebaskan dulu kawan kita, bebaskan dulu para habaib, bebaskan dulu tokoh kita. Masih banyak ulama-ulama kita saat ini di penjara. Bebaskan Ustaz Abu Bakar Baasyir yang sudah sepuh, Habib Bahar bin Smith, bebaskan Syahganda Nainggolan, bebaskan Anton Permana, bebaskan Bambang Nur Hidayat, bebaskan dulu buruh, para mahasiswa, para pendemo, para pelajar yang saat ini masih menghuni ruang-ruang tahanan," cetus Habib Rizieq.

Rizieq menilai, pemerintah harus menunjukkan iktikad yang baik sebelum melakukan dialog.

Habib Rizieq juga sepakat perpecahan antarmasyarakat harus dihentikan. (tan/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler