Habib Rizieq Sengaja Tunggu Dijemput Paksa Agar Merasa Dizalimi?

Kamis, 18 Mei 2017 – 14:31 WIB
Habib Rizieq Shihab. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - Keputusan Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab tidak memenuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan percakapan (chat) mesum berkonten pornografi menimbulkan pandangan negatif.

Bahkan, polisi berencana menjemput paksa Rizieq karena beberapa kali mangkir dari panggilan.

BACA JUGA: Oalah Habib Rizieq, Imam Besar kok Nyali Kecil

Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni mengatakan, ada kemungkinan Rizieq, yang saat ini berada di Arab Saudi, sengaja menunggu dijemput paksa polisi.

“Agar dia bisa membangun image baru bahwa dia dizalimi,” kata Toni saat dihubungi, Kamis (18/5).

BACA JUGA: Polisi Kesampingkan Habib Rizieq demi Tuntaskan Firza

Menurut Toni, Rizieq seharusnya bersikap kooperatif dan memenuhi panggilan Polda Metro Jaya. Sehingga, tidak menambahkan image negatif kepada Rizieq.

“Kaidahnya sederhana saja, berani karena benar, takut karena salah. Jangan salahkan publik menghakimi Rizieq sebelum keputusan pengadilan, karena dia takut untuk mengikuti proses hukum,” tutur Toni.

BACA JUGA: Anonymous Beri Peringatan Buat Tim Buzzer Ahok, Termasuk soal Rizieq-Firza

Karena itu, juru bicara tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat pada Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017 itu mengimbau, Rizieq supaya menaati proses hukum.

“Dipanggil polisi datang saja. Klarifikasi juga ke publik kalau dia tidak merasa salah,” ucap Toni. (gil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Komentar Akademisi Tentang Kasus Ahok dan Habib Rizieq


Redaktur & Reporter : Gilang Sonar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler