Habis Puluhan Juta untuk Makanan Eks Gafatar

Jumat, 29 Januari 2016 – 17:59 WIB
Anggota Gafatar di Penampungan. Foto: dok jpnn

jpnn.com - BOYOLALI – Menampung ribuan orang eks anggota organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Fajar Nusantara bukan perkara gampang. Untuk biaya makan saja, sejak Senin (25/1), sudah menyedot anggaran senilai Rp 25 juta. 

Sebelumnya, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Tengah hanya menyiapkan sebanyak 520 nasi bungkus. Tapi mulai kemarin, harus disediakan sedikitnya 1.700 nasi bungkus menyusul kedatangan sebanyak 1.281 eks Gafatar Rabu malam (27/1).

BACA JUGA: Mulai Besok, Surabaya-Bawean Hanya 55 Menit

Beruntung, kebutuhan biaya makan terbantu dengan sumbangan sayuran dari paguyuban pedagang sayur Pasar Cepogo.

Kabid Sosial Dinas Sosial Tenaga kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Boyolali Hanik Qoiyimah menuturkan, konsumsi untuk mantan Gafatar sesuai dengan standar pengungsian. Kualitas makanan juga tetap diutamakan.

BACA JUGA: Terungkap! Beras Impor Itu Ternyata Dioplos di Tengah Laut

“Tak asal-asalan (memakai bahan makanan, Red). Dimasak dengan baik dan benar,” terang Hanik kemarin (28/1).

Juru masak dari Tagana Jateng Lukito menambahkan, untuk menyiapkan makanan bagi ribuan orang, dibutuhkan sedikitnya 2 kuintal beras. “Bukan hanya untuk konsumsi eks Gafatar. Tapi juga relawan dan petugas lainnya,”.

BACA JUGA: Serang Polisi Pakai Parang Panjang, Dor... Perampok Tumbang Ditembak

Kepala Kesbangpol dan Linmas Provinsi Jawa Tengah Ahmad Rofai mengungkapkan, ribuan eks Gafatar yang baru merapat ke Donohudan terdiri atas sebanyak 467 pria, 396 perempuan, dan 418 anak-anak.

“Baru angka saja. Informasi asal daerah dan sebagainya belum ada sebab masih didata,” terangnya.

Apakah akan datang rombongan lagi? Rofai belum bisa memastikan. Tapi sepengetahuannya, masih ada eks Gafatar di Kalimantan Barat yang belum dipulangkan.

Di sisi lain, hari ini, sebanyak 435 eks Gafatar yang datang pada gelombang pertama akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Mereka terdiri atas 345 orang dari DIJ, sejumlah kabupaten/kota di Jateng sebanyak 40 orang, sisanya dari Jakarta, Bengkulu, Bekasi dan lainnya.

Setelah tiba di daerah asalnya, imbuh Rofai, mereka akan kembali menjalani progam seperti di asrama haji. Yakni pembinaan mental, psikologi, keagamaan, bela negara, dan sebagainya. “Program pembinaan tetap dilakukan secara berkesinambungan,” tutur dia.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, asrama haji Donohudan bakal ketambahan sebanyak sekitar 800 orang eks Gafatar. Kapan mereka tiba belum bisa dipastikan. (wid/wa/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ban Truk Lepas Hantam Pemotor, Innalillahi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler