Hacker Indonesia Curi Data Kartu Kredit di Amerika

Rabu, 21 Maret 2018 – 22:17 WIB
Hacker. Ilustrasi: Daily Telegraph/Alamy

jpnn.com, SURABAYA - Tim Cyber Crime Investigation Center (CCIC) Polda Jatim membekuk tiga hacker yang mencuri lebih dari 350 ribu data kartu kredit di Amerika Serikat.

Italiando Rianto, Herwin Kusuma Dewa, dan Zainul Umam dicokok petugas setelah beraksi selama tujuh bulan terakhir.

BACA JUGA: Jangan Coba-Coba Jadi Hacker, Pasti Dipidana

Jumlah kerugian akibat aksi spamming dan carding yang mereka lakukan belum bisa dipastikan.

Sebab, sekali mencuri data, mereka bisa membelanjakan uang virtual itu sebesar Rp 500 juta.

BACA JUGA: Tiga Mahasiswa Stikom Ditangkap FBI, Mereka Cerdas

Fakta tersebut terungkap dalam rilis kasus Subdit V Siber Polda Jatim pada Selasa (20/3).

Total ada 170 barang bukti yang dihadirkan di meja rilis. Mulai sepatu sport seharga Rp 10 juta, jam tangan penyelam senilai Rp 10,8 juta, hingga laptop seharga Rp 46,5 juta.

BACA JUGA: Coinchek Diretas, Rp 7,1 T Duit Virtual Raib

''Semuanya barang branded. Nggak ada yang murahan di sini," ujar Wadireskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara Syaifuddin.

Italiando, Herwin, dan Zainul ditangkap secara maraton di dua tempat, Malang dan Surabaya. Awalnya polisi melakukan profiling terhadap Italiando.

Sebab, dia diduga telah melakukan spamming dan carding di Amerika Serikat. Pria 27 tahun itu diringkus di rumahnya, Jalan Danur Wenda, Sekarpuro, Pakis, Malang.

''Kami tangkap 15 Maret lalu sekitar pukul 19.00. Lalu, kami kembangkan untuk menangkap Zainul,'' jelas Arman.

Petugas meringkus Zainul tak lama setelah membekuk Italiando. Keduanya terlibat dalam jaringan yang sama.

Dua pemuda itu tergabung dalam satu grup Facebook Kolam Tuyul. Polisi meyakini Italiando dan Zainul merupakan pemain lama.

''Tiga hari kemudian, baru kami menangkap Herwin yang lagi dugem di Semut Kali, Surabaya," imbuh mantan Kapolres Probolinggo itu.

Kejahatan siber yang dikenal dengan sebutan spamming dan carding tersebut murni tindak kriminal.

Sebab, hacker mencuri data para pengguna kartu kredit yang kerap bertransaksi via PayPal di berbagai situs internet.

''Hingga kini, masih kami dalami sudah berapa kali mereka berbuat seperti ini. Yang jelas, sejak Agustus 2017," tambah Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harissandi. (mir/c7/diq/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Website Pemkab Dibajak Hacker, Gambarnya Jadi Aneh


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Hacker  

Terpopuler