JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso angkat bicara atas kondisi Badan Anggaran DPR RI yang tengah disorot tajamDiakui, memang ada sejumlah anggota Banggar yang saat ini tersangkut dugaan pelanggaran hukum
BACA JUGA: Muchdi Pr Tantang DPP PPP
Namun, hal itu bukan berarti terjadi praktek pelanggaran yang diinstitusionalisasi oleh alat kelengkapan DPR."Jangan karena nila setitik, rusak semua DPR
Menurut Priyo, jika dilihat dari tugas dan fungsinya, Banggar DPR RI memiliki kuasa yang lebih dalam pengawasan anggaran negara
BACA JUGA: Demokrat Masih Yakin Nazaruddin Bersih dari Kasus Suap
Namun, sejatinya, kuasa pengawasan itu tidak diimbangi kemampuan teknis personil di Banggar menghadapi pemerintahBACA JUGA: Muchdi PR Tak Diakui Jadi Ketua DPW PPP
Namun, Banggar sebenarnya kurang perkasa," kata Priyo.Dalam hal ini, kata Priyo, DPR belum memiliki kemampuan untuk menganalisa seluruh postur anggaran yang diajukan pemerintahJumlah anggaran sekitar Rp 1.300 triliun di APBN 2011 menjadi contohHanya sebagian kecil saja postur anggaran sebesar itu mampu dianalisa anggota dewan"Kecenderungan kami antara ya dan tidak (saja)Karena kami tidak lebih menguasai dibanding pemerintah terhadap sektor anggaran," jelas politisi Partai Golongan Karya itu.
Banggar DPR, lanjut Priyo, baru dalam taraf melakukan tambal sulam atas postur APBN setiap tahunnyaHal ini disebabkan keterbatasan DPR untuk memiliki staf ahli seperti halnya pemerintah"Bandingkan dengan pihak pemerintah yang memiliki staf ahli melimpah ruah," ujarnya.
Priyo menambahkan, DPR saat ini masih mengidam-idamkan cita-cita yang lama terbengkalaiHal itu adalah keberadaan law center, termasuk juga budget center dengan kewenangan pembahasan Undang UndangKelak, DPR ke depan siap melakukan intervensi atas RUU pemerintah yang tidak sesuai dengan konstitusi"Sekarang ini belum ke sanaMasih jauh panggang dari api," tandasnya(bay)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Fraksi yang Konsisten Hanya Bahas Satu Pasal RUUK Jogja
Redaktur : Tim Redaksi